BERAU TERKINI – Polres Berau menegaskan perang terhadap peredaran narkoba di momen Hari Bhayangkara.
Polres Berau melaksanakan upacara peringatan Hari Bhayangkara pada Rabu (1/7/2026).
Dalam momen peringatan itu, Polres Berau juga memberikan penegasan soal memerangi narkoba.
Hal itu terlihat saat kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba jenis sabu sebesar 10 kilogram yang turut dihadiri oleh jajaran Forkompinda Berau.
Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, didampingi Kasat Resnarkoba AKP Priyanto. Kegiatan itu juga disaksikan langsung Bupati Berau Sri Juniarsih.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto mengatakan, pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari tahapan penyidikan. Sekaligus bentuk akuntabilitas kepada masyarakat bahwa, seluruh barang bukti hasil pengungkapan kasus narkotika dimusnahkan sesuai ketentuan hukum.
“Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus yang telah melalui proses penyidikan. Pemusnahan ini menjadi bukti komitmen kami, dalam memberantas peredaran gelap narkotika sekaligus memastikan barang bukti tidak disalahgunakan,” kata Kapolres.
Ia menambahkan, keberhasilan mengamankan sabu seberat 10 kilogram merupakan upaya nyata Polres Berau, dalam menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

AKBP Ridho Tri Putranto menjelaskan dalam enam bulan terakhir, pihaknya berhasil mengungkap 56 perkara tindak pidana narkotika dengan total barang bukti lebih dari 20 kilogram sabu.
“Selama periode itu, kami berhasil mengungkap 56 perkara narkotika dengan 72 tersangka. Sembilan diantaranya adalah perempuan,” ujarnya.
Dari seluruh pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 20.165,29 gram.
“Selain itu, turut disita empat butir kapsul Inex dan dua butir pil Happy 5,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pengungkapan itu bukan hanya berdampak pada penegakan hukum, tetapi juga menjadi upaya nyata menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Berdasarkan perhitungan kepolisian, dengan asumsi satu kali pemakaian sabu sebanyak 0,2 gram, barang bukti yang berhasil diamankan berpotensi menyelamatkan ratusan ribu jiwa.
“Dengan gagal edarnya sabu 20,165 gram itu, maka kepolisian telah berhasil menyelamatkan masa depan warga Berau sebanyak 100.829 jiwa dari penyalahgunaan narkotika,” paparnya.
Kapolres memastikan, akan terus meningkatkan upaya penindakan tegas, sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melawan peredaran gelap narkotika di Bumi Batiwakkal. .
“Kami tegas, tak ada ruang bagi pengedar narkoba di Berau. Siapapun pelakunya akan kami tindak tegas,” tegasnya.
