BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau angkat bicara mengenai kekhawatiran krisis air bersih di Pulau Maratua menjelang perhelatan Maratua Musik Festival (M2F) 2026.
Lonjakan kunjungan wisatawan selama festival dikhawatirkan bakal memperparah kelangkaan air di pulau terluar tersebut.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi Santosa, menjelaskan, pihaknya bersama Bupati Berau telah turun ke lapangan untuk memonitor langsung kondisi riil ketersediaan air bersih di lokasi.
“Memang itu kondisi nyata yang sedang kita hadapi di lapangan. Kami sudah meninjau langsung saat melakukan monitoring ke sana beberapa waktu lalu,” ungkap Yudha.
Yudha menambahkan, jadwal pelaksanaan M2F 2026 sudah dikunci sejak jauh hari, bahkan sebelum Pulau Maratua dilanda krisis air bersih sedalam sekarang.
Menurutnya, tidak memungkinkan bagi panitia untuk mendadak menunda acara hanya demi menunggu pasokan air melimpah kembali.
“Kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar pemanfaatan air yang ada saat ini cukup untuk menunjang kebutuhan acara, termasuk bagi para tamu dan wisatawan yang datang nanti,” jelasnya.
Guna mengantisipasi dampak kelangkaan, Disbudpar terus mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta pengelola resort untuk memantau fluktuasi stok air.
Di samping mengandalkan cadangan teknis, panitia juga berharap faktor alam, seperti turunnya hujan di sekitar pulau, dapat membantu menambah pasokan air selama festival berlangsung.
“Terkait masalah air ini, kami memohon maaf. Kita semua sama-sama berjuang dan menyikapi kondisi darurat ini dengan penuh kesabaran,” tutur Yudha.
Yudha berharap momentum M2F ini dapat memantik perhatian seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi jangka panjang mengatasi krisis air di Maratua.
Sehingga, isu serupa tidak terus-menerus menjadi ganjalan setiap kali Berau menggelar agenda pariwisata internasional.
“Ini harus menjadi pemikiran kolektif kita bersama. Jadi ke depan, masalah air bersih bisa terselesaikan secara permanen, dan ajang festival wisata daerah juga bisa tetap berjalan mulus,” pungkasnya. (*)
