BERAU TERKINI – Kabut asap pekat yang masih terjadi di Kabupaten Berau akibat kebakaran hutan dan lahan membuat pemerintah daerah memberlakukan kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) untuk anak-anak sekolah.
Dengan kebijakan BDR, anak-anak sekolah diharapkan bisa terlindungi dari paparan kabut asap yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti ISPA.
Namun, di sisi lain, para siswa ternyata lebih senang belajar tatap muka di sekolah dibanding BDR.
Salah satu siswa sekolah di Berau, Amanda, mengatakan, kondisi saat ini antara BDR dan belajar tatap muka memiliki sisi positif dan negatifnya masing-masing.
Ia menilai, baik BDR ataupun tatap muka, sama-sama dihadapkan dengan tugas yang menumpuk.
Namun, ia tetap memilih untuk belajar di sekolah. Sebab, ketika BDR jaringan internet bisa tiba-tiba buruk di tengah pembelajaran.
Belajar tatap muka juga dinilai lebih menyenangkan karena siswa akan mendapatkan uang saku harian.
“Sebenarnya 50 persen BDR, 50 persen tatap muka, tapi lebih ke tatap muka. Kalau BDR itu ribet ketika jaringannya jelek,” ujar Amanda, Kamis (8/10/2026).
Senada dengan Amanda, siswa lainnya bernama Shabrina juga memilih belajar tatap muka di sekolah.
Ia menilai belajar tatap muka lebih efektif karena ketika guru memberikan materi secara langsung, siswa akan lebih mudah paham.
Ketika belajar tatap muka, kata Shabrina, tugas yang diberikan tidak begitu banyak dan dapat dikerjakan dengan baik.
“Kalau tatap muka tugasnya tidak terlalu banyak, sedangkan saat BDR tugasnya banyak dan deadlinenya mepet semua, serta Zoom sampai sore sesuai jam pelajaran saat tatap muka,” ujarnya. (*)
