BERAU TERKINI – Perjalanan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Hendani menjadi bukti keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan. 

Berawal dari dapur kecil di rumah, Mariani, warga Jalan Kampung Cina RT 19, kawasan Alun-Alun Steenkool, Teluk Bayur, berhasil mengembangkan usahanya hingga menjadi salah satu pelaku UMKM binaan berbagai instansi di Kabupaten Berau.

Mariani menceritakan, usaha yang kini dikenal dengan merek Hendani awalnya bernama Dapoer Mini, yang memiliki arti dapur kecil. 

Nama tersebut digunakan sejak usaha dirintis pada 2017. Namun, saat hendak didaftarkan sebagai merek dagang, nama tersebut tidak dapat diproses untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Mariani saat menjadi narasumber pangan lokal di kegiatan Dinas Pangan Berau.
Mariani saat menjadi narasumber pangan lokal di kegiatan Dinas Pangan Berau.

Perjalanan usaha tersebut bermula dari pengalaman pahit yang dialami Mariani dan suaminya.

Pada 2016, keduanya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan swasta PT Bara Jaya Utama (BJU). 

Kondisi itu mendorong mereka untuk mencari sumber penghasilan baru dengan memulai usaha kecil-kecilan dari rumah.

Awalnya, Mariani memproduksi es pisang ijo, keripik pisang, dan keripik singkong dengan dua varian rasa, yakni original dan pedas manis. 

Produk-produknya mendapat respons positif dari masyarakat hingga menarik perhatian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.

Melalui pembinaan dan berbagai pelatihan yang diikuti, Mariani mulai mengembangkan usahanya ke berbagai produk olahan pangan. 

Ia belajar membuat aneka kue hingga mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah.

“Dari pelatihan itu saya berhasil mengembangkan produk, seperti donat bomboloni, stik ikan bulan-bulan, dimsum ikan, hingga siomai ikan,” katanya kepada Berauterkini.

Karena merek sebelumnya tidak bisa didaftarkan HAKI, ia tak kehabisan ide. 

Mariani kemudian menciptakan merek baru, Hendani, yang merupakan perpaduan nama dirinya dan sang suami, Hendri dan Ani. 

Upaya itu membuahkan hasil karena merek Hendani berhasil terdaftar dan memperoleh sertifikat HAKI.

“Alhamdulillah, sekarang merek Hendani sudah memiliki sertifikat HAKI dan menjadi identitas usaha kami,” ujarnya.

Keseriusan Mariani dalam mengembangkan produk berbahan dasar ikan membuatnya dilirik Dinas Perikanan Berau. 

Sejak saat itu, ia menjadi salah satu pelaku UMKM binaan dinas tersebut dan terus mendapatkan pendampingan hingga sekarang.

Tak berhenti di sana, Mariani juga berinovasi dengan memanfaatkan pangan lokal menjadi produk kekinian. 

Berbagai bahan seperti singkong, pisang, ubi jalar, dan sukun diolah menjadi aneka menu kreatif, di antaranya sushi singkong abon tuna, brownies singkong pisang ambon, serta pastel sukun isi suwir ikan tuna.

Inovasi tersebut bahkan mengantarkannya meraih prestasi dalam lomba memasak yang diselenggarakan Dinas Pangan. 

Berkat kemampuannya mengolah pangan lokal, Mariani kini dipercaya menjadi narasumber pada berbagai kegiatan Dinas Pangan sejak 2025-2026.

Saat ini, produk-produk unggulan Hendani meliputi stik ikan bulan-bulan daun jeruk, dimsum ikan, siomay ikan, bomboloni, keripik singkong, keripik pisang, nasi goreng pisang kepok, brownies singkong pisang ambon, hingga pastel sukun suwir tuna.

Untuk menjaga kualitas produk, bahan baku ikan bulan-bulan diperoleh melalui Dinas Perikanan dalam kondisi segar dan siap olah, sementara bahan baku lainnya dipenuhi dari pasar lokal di Berau.

Mariani mengaku perkembangan usahanya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. 

Diskoperindag, Dinas Perikanan, Dinas Pangan, hingga Rumah BUMN Pertamina Berau terus memberikan pelatihan, pendampingan, serta bantuan peralatan bagi pelaku UMKM.

“Bukan hanya pelatihan, bantuan alat dan pendampingan juga selalu diberikan. Itu sangat membantu kami untuk berkembang,” tuturnya.

Saat ini, Hendani telah mengantongi berbagai perizinan usaha, mulai dari PIRT, sertifikat halal, HAKI, hingga sertifikat SIINas. 

Produk-produknya juga rutin dipasarkan dalam kegiatan Car Free Day (CFD) setiap Minggu di Tanjung Redeb.

Melalui usahanya, Mariani berharap masyarakat semakin mencintai dan menggunakan produk lokal Berau.

“Kalau bukan kita yang mencintai dan mendukung produk UMKM Berau, siapa lagi? Mari cintai produk lokal agar UMKM Berau semakin maju dan masyarakatnya semakin makmur,” pungkasnya. (*/Adv)