BERAU TERKINI – Barak lima pintu milik PT Tanjung Buyu Perkasa Plantation (TBPP) di Afdeling 4, RT 010 Kampung Capuak, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, ludes terbakar pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Peristiwa ini menyebabkan seorang penghuni mengalami luka bakar dan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp300 juta.

Kapolsek Talisayan, AKP Iwan Purwanto, menjelaskan, korban mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan dua unit sepeda motor yang berada di teras barak miliknya.

Saat kejadian, korban tidak berada di lokasi dan baru kembali setelah mendapat informasi dari warga bahwa barak yang ditempatinya terbakar.

Berdasarkan keterangan perawat Klinik Afdeling 4 PT TBPP, korban mengalami luka bakar sekitar 22,25 persen dari permukaan tubuh.

Kondisi korban kebakaran di barak milik PT TBPP di Afdeling 4, RT 010 Kampung Capuak, Kecamatan Talisayan, Minggu (18/10/2026).
Kondisi korban kebakaran di barak milik PT TBPP di Afdeling 4, RT 010 Kampung Capuak, Kecamatan Talisayan, Minggu (18/10/2026).

“Kabarnya sudah dirujuk ke RS Pratama Talisayan untuk tindakan lebih lanjut,” katanya. 

Dia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang penghuni barak 2 mendengar suara ledakan dari arah antara barak 4 dan barak 5.

Penghuni tersebut kemudian keluar untuk mencari sumber suara. Saat memeriksa barak 5 melalui pintu belakang atau bagian dapur, ia melihat asap keluar dari kamar belakang.

“Penghuni barak 2 kemudian mengambil air dan mencoba memadamkan api. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api semakin membesar,” jelasnya.

Melihat kondisi api yang kian membesar, penghuni tersebut segera menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. 

“Tidak lama, terdengar suara ledakan kedua yang diduga berasal dari tabung gas di dalam barak,” katanya.

Selain menyebabkan seorang penghuni mengalami luka bakar, kebakaran tersebut juga menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp300 juta.

“Hingga kini, penyebab kebakaran masih kami lakukan penyelidikan,” ujarnya. 

Informasi awal menyebutkan, aliran listrik di Afdeling 4 tidak bersumber dari jaringan PLN, melainkan menggunakan generator yang disediakan perusahaan. 

Pasokan listrik di lokasi diketahui telah padam sejak pukul 09.00 WITA atau sekitar satu jam sebelum kebakaran terjadi.

“Saat peristiwa berlangsung, penghuni yang berada di dalam barak hanya terdapat di barak 1. Sementara penghuni barak 2, 3, 4, dan barak 5 sedang tidak berada ditempat,” pungkasnya. (*)