BERAU TERKINI – Wakil Bupati Berau, Gamalis, memberikan kritik tajam kepada para agen travel menyusul insiden kandasnya kapal Live on Board (LOB) di perairan Maratua pekan lalu. 

Peristiwa ini memicu reaksi keras publik, terutama dari kalangan pegiat lingkungan yang mencemaskan kelestarian ekosistem bawah laut.

Menurut Gamalis, insiden tersebut murni dipicu oleh kelalaian pihak agen travel yang tidak mewajibkan penggunaan kapal pandu saat memasuki kawasan Maratua. 

Padahal, tidak semua motoris kapal dari luar daerah memahami karakteristik dan navigasi laut lokal. 

Akibatnya, kapal berukuran besar rentan kandas dan menghantam terumbu karang yang menjadi daya tarik utama wisata setempat.

“Mereka harus kasih pemberitahuan agar ada kapal pandu yang bisa mengarahkan kapal,” ucapnya.

Gamalis menjelaskan, warga Pulau Maratua, mulai dari pengelola resort hingga motoris lokal, sangat siap memberikan pendampingan pandu arah tersebut. 

Ia menyayangkan aktivitas kapal LOB dari luar yang sering masuk secara ilegal tanpa melapor ke pemerintah kecamatan maupun kampung.

“Ini berulang kali sudah,” terangnya.

Kelakuan serampangan agen travel ini membawa dampak sistemik bagi ekosistem laut Maratua. 

Selain meremukkan terumbu karang eksotis yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk tumbuh kembali, baling-baling raksasa kapal LOB juga mengancam keselamatan biota laut dilindungi seperti penyu.

“Karena di Maratua yang kita jual ini alam bawah lautnya,” kata Gamalis.

Atas dasar kerusakan tersebut, Gamalis menuntut pertanggungjawaban penuh dari pihak agen travel yang terlibat. 

Mereka diwajibkan membiayai dan melakukan rehabilitasi total terhadap kerusakan terumbu karang yang telah mereka timbulkan di laut Maratua.

“Karena tidak mudah merawat itu,” pungkasnya. (*/Adv)