BERAU TERKINI – Dampak karhutla di Berau, kabut asap sempat membuat jarak pandang terbatas.
Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Berau, Minggu (16/8/2026) pagi.
Kondisinya bahkan terlihat lebih tebal dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
BMKG Berau membenarkan adanya penurunan jarak pandang pada pagi hari. Kepala Stasiun Meteorologi (Stamet) Kalimarau, Ade Heryadi, mengatakan kekaburan udara terpantau terjadi pada pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WITA.
“Dari hasil pengamatan, kekaburan udara terjadi antara pukul 06.00-09.00 Wita, dengan jarak pandang mendatar antara 2.500-5.000 meter. Hari sebelumnya pada periode waktu yang sama, jarak pandang berada di kisaran 4.000-5.000 meter,” kata Ade.
Dengan kondisi tersebut, jarak pandang pada Minggu pagi mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Namun, kondisi berangsur membaik setelah pukul 09.00 WITA.
“Setelah jam 09.00, kondisi jarak pandang mengalami kenaikan menjadi 6-8 kilometer,” jelasnya.

Ade menjelaskan, kabut asap cenderung terlihat lebih tebal pada pagi hari karena, kondisi atmosfer yang dipengaruhi massa udara dingin dan uap air di permukaan.
Kondisi tersebut dapat membuat partikel-partikel di udara, termasuk sisa pembakaran, lebih mudah terakumulasi dan terlihat secara visual.
“Setelah matahari mulai menyinari permukaan, kondisi atmosfer berangsur berubah sehingga jarak pandang kembali meningkat,” terangnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian, terutama di tengah meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau.
“Kita perlu menjaga atmosfer atau udara kita kembali normal, dengan tidak melakukan pembakaran lahan atau kegiatan yang menimbulkan kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha BMKG Berau Egi, mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi atmosfer dan pergerakan asap di wilayah Kabupaten Berau.
“Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui perkembangan kondisi udara, serta potensi penyebaran asap di sejumlah wilayah Bumi Batiwakkal,” pungkasnya.
