BERAU TERKINI – Kabut asap masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Berau dalam beberapa hari ke depan dengan ketebalan yang diperkirakan fluktuatif.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan citra sebaran asap, keberadaan kabut asap masih terdeteksi di wilayah Berau.

“Untuk beberapa hari ke depan kondisi asap masih ada di wilayah Berau. Fluktuasi tebal dan tipisnya asap masih bisa terjadi,” kata Ade pada Berauterkini.

Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi pola angin di wilayah Kalimantan yang umumnya bergerak dari arah selatan dan barat daya.

Kondisi Berau yang saat ini kembali terselimuti kabut asap. (Diva/BT)
Kondisi Berau yang saat ini kembali terselimuti kabut asap. (Diva/BT)

Dengan masih ditemukannya titik panas (hotspot) di wilayah selatan dan barat daya Tanjung Redeb maupun Berau secara umum, sebaran asap dari wilayah tersebut masih memungkinkan berdampak ke Bumi Batiwakkal.

Tak hanya dari wilayah Berau, asap juga berpotensi berasal dari daerah lain di Kaltim maupun wilayah provinsi lain di Kalimantan yang berada di sisi selatan dan barat daya Benua Etam.

Data pemantauan pada 6 Oktober 2026 mencatat terdapat empat titik panas di Berau, terdiri dari tiga titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan satu titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara di Kaltim, total terpantau 596 titik panas dengan jumlah terbanyak berada di Kutai Kartanegara sebanyak 247 titik dan Paser sebanyak 240 titik.

Ade menyebut kondisi asap dapat berkurang apabila hujan turun di wilayah Berau. 

Perubahan arah angin permukaan dari utara hingga timur juga dapat mendorong sebaran asap ke wilayah barat Berau.

Selain itu, berkurangnya lahan yang terbakar juga akan berpengaruh terhadap penurunan sebaran asap.

BMKG Berau mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi asap masih terjadi. 

Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan dianjurkan menggunakan masker.

“Masyarakat juga diimbau tidak melakukan kegiatan atau aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,” pungkasnya. (*)