BERAU TERKINI – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Berau mulai dirasakan di sektor kesehatan.
Kabut asap yang menyelimuti beberapa kawasan dalam beberapa pekan terakhir memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.
Data Dinas Kesehatan Berau mencatat sebanyak 3.288 kasus ISPA ditangani seluruh puskesmas sejak Juli hingga pekan pertama Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.533 kasus terjadi pada Juli, sementara 755 kasus lainnya tercatat pada awal Agustus.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, mengatakan, angka tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah apabila karhutla masih terjadi serta kualitas udara belum membaik.

“Data ini masih sementara. Potensinya masih bisa bertambah seiring meningkatnya kejadian karhutla dan paparan asap,” ujarnya.
Lonjakan pasien juga dirasakan di fasilitas pelayanan kesehatan. Di Puskesmas Tanjung Redeb, jumlah pasien dengan keluhan gangguan pernapasan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan kondisi normal.
Dokter Umum Puskesmas Tanjung Redeb, Nina Damayanti, menjelaskan, jumlah pasien yang datang berobat meningkat hingga dua kali lipat selama kabut asap terjadi.
“Kalau sebelumnya sekitar 126 pasien, sekarang sudah mencapai 324 pasien. Yang paling banyak kami tangani adalah anak-anak dan lansia,” jelasnya.
Menurut Nina, kelompok usia tersebut lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karena sistem pernapasan dan daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingkan orang dewasa sehat.
Meski terjadi peningkatan jumlah pasien, pihak puskesmas memastikan stok obat-obatan dan oksigen masih mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Namun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah ketika udara tidak sehat. Jika terpaksa keluar, gunakan masker dan segera periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga disarankan menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.
Warga Tanjung Redeb, Annisa Oktadianti, mengaku mulai merasakan dampak kabut asap terhadap kesehatannya.
Ia menyebut tenggorokan terasa tidak nyaman dan mata menjadi perih saat beraktivitas di luar rumah.
Meningkatnya kasus ISPA menjadi salah satu dampak nyata karhutla yang kini tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan ribuan warga Berau. (*)
