BERAU TERKINI – Kabut asap dari Kalteng terindikasi mengarah ke Kaltim, menyebabkan kondisi kabut asap di Berau semakin pekat.
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan kabut asap menyelimuti wilayah Berau.
Bahkan kondisi kabut asap terasa semakin pekat dalam beberapa hari belakangan.
Menurut pihak BMKG Berau, ada indikasi kabut asap yang kini menyelimuti wilayah Berau merupakan kabut asap yang berasal dari wilayah Kalteng.
Karhutla di Kalteng dan hembusan arah angin membuat kabut asap menyeberang ke wilayah Kaltim dan juga Berau.
“Indikasi ada keduanya, kiriman dan asap di sekitar Berau,” ujar Kepala BMKG Berau Ade Heryadi.
Berdasarkan citra sebaran asap wilayah Kalimantan pada Selasa (1/9/2026) pukul 16.00 WIB, terlihat asap terdeteksi di seluruh provinsi di Kalimantan tanpa terkecuali.
Sebaran asap di Pulau Kalimantan bergerak ke arah Barat Laut – Timur Laut.
Selain itu, arah angin di Indonesia pada umumnya berembus dari Tenggara ke Barat Laut – Utara.
Dirinya menyebut indikasi asap di Berau berasal dari Kalteng, bukan murni hanya dari karhutla Berau.
“Pada umumnya dari Kalteng. Pada citra ini nampak seperti warna kecokelatan ditambah di situ ada hotspot,” jelasnya.

Sementara itu, titik panas atau hotspot di Berau kembali terdeteksi dan merupakan wilayah dengan hotspot terbanyak di Kaltim.
Di mana pada Selasa (1/9/2026) kemarin, jumlah titik panas Berau mencapai 604 titik.
Jumlah yang tinggi dan memiliki perbandingan yang jauh dengan posisi kedua wilayah titik panas terbanyak, yaitu Kabupaten Paser dengan 232 titik panas.
604 titik panas yang tersebar didominasi oleh Kecamatan Pulau Derawan dengan 198 titik panas, disusul Kecamatan Segah 106 titik.
Kemudian Kecamatan Sambaliung 82 titik, Kecamatan Gunung Tabur 56 titik, Kecamatan Kelay dan Tabalar masing-masing 47 titik.
Selanjutnya Kecamatan Teluk Bayur 27 titik, Kecamatan Talisayan 23 titik, Kecamatan Biatan 10 titik, dan Kecamatan Biduk-biduk 8 titik.
Kecamatan Tanjung Redeb, Maratua, dan Batu Putih terpantau masih aman karena tidak memiliki titik panas.
Berdasarkan potensi hujan harian, Kabupaten Berau tidak termasuk wilayah di Provinsi Kalimantan Timur yang akan diguyur hujan dalam 6 hari ke depan.

Kasus ISPA Meningkat
Di tengah situasi kabut asap, prevalensi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami peningkatan.
Kasus ISPA masih menjadi penyakit yang paling banyak ditangani di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kampung Bugis.
Berdasarkan data Sistem Monitoring Tren Puskesmas (Si Motren) periode minggu ke-33 hingga ke 34 atau 18 hingga 29 Agustus 2026, tercatat sebanyak 198 kunjungan pasien ISPA dalam dua pekan terakhir.
Data yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi Puskesmas Kampung Bugis menunjukkan, kunjungan ISPA mengalami peningkatan dari 95 kunjungan pada minggu ke 33 menjadi 103 kunjungan pada minggu ke 34.
Tren kunjungan ISPA selama periode tersebut tercatat berfluktuasi dengan puncak kunjungan terjadi pada 26 Agustus 2026 yang mencapai 33 kasus dalam satu hari.
Selain ISPA, Puskesmas Kampung Bugis juga mencatat sejumlah penyakit lainnya. Kunjungan pasien diare akut selama dua minggu terakhir mencapai 21 kasus.
Sementara itu, kasus Influenza Like Illness (ILI) tercatat sebanyak 12 kunjungan, seluruhnya terjadi pada minggu ke 33, sedangkan pada minggu ke 34 tidak ditemukan kasus baru.
Penyakit lain yang turut terpantau yakni varicella atau cacar air sebanyak lima kunjungan, scabies dua kunjungan, serta satu kasus pneumonia selama periode pemantauan.
Dari sisi sebaran wilayah, mayoritas pasien ISPA berasal dari Kelurahan Karang Ambun dengan jumlah 60 orang. Disusul Kelurahan Gayam sebanyak 51 orang dan Kelurahan Bugis sebanyak 22 orang.
Puskesmas Kampung Bugis juga mencatat kelompok usia yang paling banyak mengalami ISPA berasal dari kelompok bayi, balita, dan anak usia 5 hingga 9 tahun.
