BERAU TERKINI – Belum selesai menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), warga Kabupaten Berau kini kembali dibuat kelimpungan akibat sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Keluhan itu ramai disuarakan warga melalui media sosial Threads. 

Mereka menggambarkan kondisi yang dianggap semakin berat, mulai udara dipenuhi asap, matahari terasa menyengat, sementara untuk mendapatkan BBM masyarakat harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain dan rela mengantre panjang.

Salah satu pengguna Threads dengan akun jennifer.gbrll mengaku telah mendatangi dua SPBU untuk mencari BBM. Namun, stok hanya ditemukan di salah satu SPBU terdekat.

Ia juga menyebut kondisi di kios-kios penjual BBM eceran tak jauh berbeda karena stok disebut telah habis.

Curhatan lain datang dari akun atliceheyy. Sebagai seorang ibu tunggal sekaligus pekerja, kelangkaan BBM disebut mulai mengganggu aktivitas hariannya, termasuk persoalan mengantar anak.

Ia mengaku bingung mencari alternatif transportasi lantaran pilihan transportasi umum di Berau dinilai terbatas.

“Jujur stress. Asap dan panas Berau masih bisa ditoleransi, bensin langka” tulisnya.

Menurutnya, persoalan semakin sukit ketika antrean kendaraan di SPBU mengular hingga panjang. 

Kondisi tersebut membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.

Keluhan lain datang dari akun heyriiyn yang membagikan pengalaman mengantre sejak SPBU belum beroperasi hingga petugas selesai apel.

Ia menggambarkan bagaimana warga harus bertahan dari kondisi pagi yang masih relatif sejuk hingga matahari mulai meninggi.

“Antri dari SPBU belum buka sampai petugas apel, dari yang masih adem pagi sampai matahari udah mulai naik,” tulisnya.

Tak hanya persoalan antrean, warga juga mengeluhkan kendala operasional SPBU. 

Salah seorang warga mengaku sudah datang setelah mendapat informasi SPBU kembali buka, tetapi sesampainya di lokasi justru terjadi pemadaman listrik, sehingga pelayanan belum dapat berjalan.

Bagi masyarakat, kondisi tersebut membuat persoalan BBM terasa semakin melelahkan. 

Setelah menghadapi kabut asap selama berhari-hari, mereka kini harus kembali berjibaku mencari bahan bakar untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Keluhan-keluhan yang disampaikan warga di Threads itu pun menjadi gambaran keresahan masyarakat Berau di tengah kondisi yang serba sulit. (*)