BERAU TERKINI – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Berau.
Kondisi tersebut dirasakan warga sejak beberapa hari terakhir, terutama pada pagi hingga siang hari, dengan udara yang tampak berkabut dan tercium bau asap.
Sejumlah warga mengaku kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain membuat jarak pandang terasa berkurang, sebagian warga juga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah karena khawatir dengan kualitas udara.
Warga Tanjung Redeb, Irma, mengatakan kabut asap sudah terlihat cukup pekat, apalagi pada pagi hari.
Ia menyebut bau asap juga cukup terasa ketika berada di luar ruangan.
“Pagi biasanya sudah kelihatan berkabut. Kalau keluar rumah antar anak sekolah juga terasa bau asap,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kondisi ini membuatnya mulai waspada, khususnya bagi anak-anak yang beraktivitas di luar rumah.
“Maunya sih dikurangi aktivitas di luar, tapi kan harus mengantar anak sekolah,” katanya.
Warga lainnya, Izza, mengatakan kabut asap juga membuat suasana di beberapa jalan terlihat berbeda.
“Kalau pagi memang seperti kabut. Apalagi dari Tepian Segah itu kalau lihat ke seberang jelas banget kabutnya,” ungkapnya.
Munculnya kabut asap ini diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah.
Kondisi cuaca kering juga membuat asap bertahan dan menyebar ke kawasan permukiman.
Warga berharap penanganan terhadap titik-titik karhutla dapat dilakukan dengan cepat, sehingga kabut asap tidak semakin meluas dan mengganggu kesehatan. (*)
