BERAU TERKINI – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau menegaskan budaya gotong royong di tengah masyarakat Bumi Batiwakkal masih berjalan masif.
Pernyataan ini sekaligus merespons pernyataan DPRD Berau beberapa waktu lalu yang menilai tradisi bersih-bersih lingkungan tersebut sudah mulai jarang terlihat dan perlu dihidupkan kembali, terutama untuk membersihkan saluran drainase.
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, menjelaskan, komitmen merawat kebersihan lingkungan sebenarnya telah diperkuat melalui regulasi resmi.
Pemerintah daerah telah menerbitkan SE Bupati Berau Nomor 100.4.3.2/198/DLHK-SET/2026 tentang Penyelenggaraan Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).
Surat edaran tersebut menginstruksikan seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi menjaga kebersihan lewat aksi gotong royong.
Zulkifli membeberkan bukti konkret bahwa antusiasme warga masih tinggi.
Hal itu terlihat dari daftar manifes kedinasan yang rutin menerima permohonan bantuan akomodasi kebersihan dari tingkat RT maupun kelurahan setempat setiap akhir pekan.
“Sudah masif gotong royong di beberapa kelurahan, karena terukur dengan peminjaman kita untuk mengangkut sampah-sampah yang ada di lingkungan mereka,” ungkap Zulkifli kepada Berauterkini.
Guna menjaga konsistensi gerakan kebersihan ini, Zulkifli berharap kesadaran gotong royong dapat merata dan terealisasi di seluruh wilayah Berau tanpa terkecuali.
Sebagai bentuk dukungan nyata, DLHK Berau siap memfasilitasi penuh kebutuhan operasional masyarakat di lapangan dengan meminjamkan sarana prasarana penunjang serta armada pengangkut sampah secara gratis.
“Kita harapkan begitu (gotong royong tiap kelurahan dilakukan). Kalau tiap kelurahan gotong royong, kita memfasilitasi pengangkutan sampah-sampah yang ada di kompleks-kompleks,” pungkasnya. (*)
