BERAU TERKINI – DPRD Berau meminta pengelolaan RSUD dr Abdul Rivai Tanjung Redeb diperbaiki.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, turut memberikan tanggapan tentang kondisi RSUD dr Abdul Rivai, yang disorot terkait utang dalam jumlah besar.
Menurut Subroto, berbagai kritik yang muncul harus dijadikan bahan evaluasi menyeluruh bagi manajemen rumah sakit, terutama setelah sempat terjadi keterbatasan obat pada awal Januari lalu.
“Harapan kami, walaupun status rumah sakit sebagai BLUD memungkinkan untuk berutang, jangan sampai hal itu memengaruhi pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia juga menyoroti kejadian keterbatasan obat yang sempat terjadi, meski kini telah kembali normal setelah pihak RSUD melakukan komunikasi dengan vendor pada Januari lalu.
Subroto menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh terulang kembali di masa mendatang.
“Kalau perlu, buat kesepakatan dengan vendor obat agar kejadian seperti awal Januari tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Selain memiliki utang, RSUD dr Abdul Rivai juga tercatat memiliki piutang belasan miliar rupiah yang berasal dari BPJS Kesehatan, asuransi, hingga perusahaan.

“Ini juga harus dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” jelasnya.
Subroto memahami bahwa kendala administrasi di awal tahun kerap terjadi. Namun, ia menekankan bahwa hal-hal krusial seperti ketersediaan obat tidak boleh terdampak.
“Kalau urusan administrasi mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kalau sudah menyangkut obat, itu tidak bisa ditoleransi. Ini menyangkut nyawa manusia dan pelayanan,” katanya.
Ia berharap, persoalan ini menjadi pelajaran penting bagi RSUD dr Abdul Rivai, agar ke depan mampu melakukan mitigasi yang lebih baik. sehingga pelayanan kesehatan tetap optimal tanpa gangguan apa pun.
“Ini harus jadi pembelajaran. Jangan sampai pelayanan terganggu dalam bentuk apa pun,” pungkasnya.

