BERAU TERKINI – Suasana Ballroom Eks Hotel Cantika Swara Tanjung Redeb dipenuhi semangat dan keceriaan pada pagi menjelang siang saat sekitar 300 penonton menyaksikan pertunjukan teater inklusi bertajuk “Waktunya Main”. 

Pementasan yang diperankan anak-anak tunarungu dan peserta inklusi dari SLB Negeri Tanjung Redeb ini berhasil mengundang antusiasme penonton yang memenuhi ruangan.

Pertunjukan tersebut menjadi momen yang mengesankan karena merupakan pementasan teater anak inklusi pertama yang digelar di Berau.

Dengan penuh percaya diri, para pemeran cilik menampilkan kemampuan mereka di atas panggung dan membawakan cerita yang sarat pesan tentang persahabatan, kebersamaan, serta keberagaman.

WhatsApp Image 2026 06 18 at 10.46.58 2

Kegiatan ini digagas Ketua Komunitas Gerobook, Risna Herjayanti, yang mengembangkan program seni dan literasi inklusif bagi anak-anak.

Melalui teater, peserta diajak belajar berkomunikasi, berekspresi, serta membangun rasa percaya diri dalam suasana yang menyenangkan dan mendukung.

Di balik penampilan yang memukau, terdapat proses panjang yang telah dijalani para peserta.

Selama dua bulan, mereka mengikuti pelatihan dan pendampingan intensif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Bahkan saat pementasan berlangsung, anak-anak tetap didampingi guru-guru untuk memberikan dukungan dan memastikan mereka merasa nyaman selama tampil.

“Alhamdulillah kegiatan ini mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV melalui bantuan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026,” jelas Risna pada Berauterkini, Kamis (18/6/2026).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses kegiatan seni dan budaya yang ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.

Menariknya, pertunjukan “Waktunya Main” merupakan alih media dari buku cerita anak bergambar berjudul Kue Itu Bernama Sarang Semut, karya penulis dan ilustrator asal Berau.

Cerita yang sebelumnya hadir dalam bentuk buku kemudian diadaptasi menjadi pertunjukan teater yang hidup dan mudah dipahami oleh anak-anak maupun masyarakat umum.

“Jadi ini sebenarnya adalah alih media dari cerita anak bergambar, yang mana kami juga berkolaborasi dengan Penikmat Teater Berau agar pementasannya dapat sesuai dan memberikan penampilan terbaik,” tuturnya.

WhatsApp Image 2026 06 18 at 10.46.59

Kepala SLB Negeri Tanjung Redeb, Masluh, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Menurutnya, pementasan ini menjadi wadah penting bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan, bakat, dan potensi yang mereka miliki di hadapan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan juga selamat untuk Gerobook Berau atas kegiatan yang telah dilaksanakan, sehingga anak-anak kami tetap bisa mendapatkan ruang yang setara,” ucapnya.

Melalui “Waktunya Main”, para peserta tidak hanya menampilkan sebuah pertunjukan, tetapi juga menyampaikan pesan setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkarya, belajar, dan berkembang.

Tepuk tangan yang menggema sepanjang acara menjadi bukti karya seni mampu menjembatani perbedaan dan menghadirkan ruang yang setara bagi semua. (*)