BERAU TERKINI – Kepulauan Derawan tak hanya memikat mata dengan pantai berpasir putih dan air laut yang jernih, tetapi juga memanjakan lidah lewat beragam kuliner khas yang sayang untuk dilewatkan.

Seluruh hidangan diolah dari hasil tangkapan laut segar berdasarkan resep warisan turun-temurun warga setempat.

Ramainya Pantai Pulau Derawan diserbu wisatawan saat libur Lebaran.
Ramainya Pantai Pulau Derawan diserbu wisatawan saat libur Lebaran.

Sajian paling populer dan menjadi favorit wisatawan adalah ikan bakar. Ikan segar seperti kakap, kerapu, atau baronang yang baru ditangkap nelayan langsung dibakar dengan bumbu rempah sederhana, tetapi kaya rasa.

Daging ikannya tetap lembut, manis alami, dan beraroma harum. Hidangan ini dibanderol mulai dari Rp25.000 hingga Rp50.000, bergantung pada tempat makan, jenis, serta ukuran ikan.

Kima Kuliner Pulau Derawan
Makanan tradisional, Kima khas suku Bajau. (redaksi)

Selain ikan bakar, wisatawan wajib mencicipi kima-kima, olahan kerang besar bertekstur kenyal khas yang dimasak dengan bumbu pedas-gurih. Satu porsi kima-kima dapat dinikmati dengan harga Rp25.000 hingga Rp50.000.

Tak kalah unik, ada tehe-tehe, yaitu hidangan berupa ketan bersantan yang dikukus di dalam cangkang bulu babi. Perpaduan rasa gurih dan aroma khas laut memberikan pengalaman kuliner yang jarang ditemukan di tempat lain. Olahan ini dijual berkisar Rp25.000 hingga Rp75.000 per porsi, tergantung ukuran dan ketersediaan bahan.

Kuliner laut khas lainnya adalah balelo, hidangan berbahan dasar kerang atau siput laut yang diolah dengan bumbu rempah hingga terasa gurih dan kenyal. Sajian ini dijual seharga Rp26.000 hingga Rp30.000 per porsi.

Sejumlah tempat makan favorit wisatawan di Kepulauan Derawan antara lain Derawan Beach Cafe and Cottage, Azwar Restaurant, serta Derawan Dive Lodge Restaurant. Ketiga tempat ini menyajikan olahan laut segar dengan suasana nyaman dan pemandangan laut yang menenangkan.

Menikmati hidangan lezat sembari menatap hamparan laut biru dipastikan membuat kunjungan ke Derawan semakin tak terlupakan.