BERAU TERKINI – PT Pertamina Patra Niaga memberi penjelasan soal kenaikan harga BBM jenis Pertamax.

Pertmaina melalui PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM.

Harga bbm nonsubsidi yakni Pertamax mengalami kenaikan hingga 30 persen.

Kenaikan harga Pertamax senilai Rp 4.000 dari semula Rp 12.600 per liter menjadi Rp 16.650 per liter.

Tak pelak kenaikan tersebut mendapat sorotan dan juga kritik dari pengguna BBM Pertamax.

Dilansir laporan CNN Indonesia, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan kenaikan harga BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi.

Seorang petugas SPBU melakukan pengisian BBM. Foto: Internet.
Seorang petugas SPBU melakukan pengisian BBM. Foto: Internet.

Dia menyebut evaluasi harga BBM Nonsubsidi juga dikoordinasikan dengan pemerintah.

“Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Roberth MV Dumatubun dikutip dari laporan CNN Indonesia.

“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” jelasnya.

Meski harga BBM Pertamax naik, pihaknya memastikan stok dan ketersediaan BBM Nonsubsidi itu aman di semua jaringan SPBU milik Pertamina.

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina,” ucapnya.