BERAU TERKINI – Kecamatan Pulau Derawan kini berada dalam ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) setelah konsisten mencatatkan jumlah titik api tinggi di Kabupaten Berau.
Maraknya kebakaran ini memicu kekhawatiran serius terhadap keasrian ekosistem dan keberlangsungan sektor wisata bahari unggulan tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, menjelaskan, penanganan teknis titik api saat ini telah dijalankan oleh BPBD.
Namun, dari sisi pencegahan, pihaknya mengimbau keras masyarakat agar membuang kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar karena berdampak buruk pada lingkungan dan memicu polusi udara.
“Kami selama ini menghimbau supaya masyarakat kalau mau membuka lahan ya bisa diperhatikan lah jangan membakar tanpa dikendalikan, sehingga bisa merambat kemana-mana,” ungkap Yudha kepada Berauterkini, Senin (17/8/2026).

Guna memperkuat pengawasan di lapangan, Disbudpar akan berkoordinasi langsung dengan para kepala kampung di Kecamatan Pulau Derawan.
Langkah ini bertujuan agar instruksi pencegahan tersampaikan secara intensif ke tingkat warga demi menghindari kepanikan dan gangguan aktivitas masyarakat.
“Nanti berkoordinasi menyarankan dengan kepala kampung supaya menghimbau kepada warganya ya buka lahan hati-hatilah supaya tidak membakar tanpa dikendalikan,” tegasnya.
Ancaman ini sejalan dengan rilis terbaru BMKG Kalimantan Timur periode Minggu (16/8/2026) pukul 01.00–24.00 WITA, yang kembali menempatkan Kabupaten Berau di posisi puncak titik api tertinggi se-Kaltim dengan total 215 titik.
Kecamatan Segah mencatatkan angka terbanyak yakni 73 titik, disusul Pulau Derawan 36 titik, Teluk Bayur 29 titik, Sambaliung 24 titik, dan Kelay 14 titik.
Selanjutnya, Kecamatan Talisayan terdeteksi 11 titik, Batu Putih 9 titik, Biatan 8 titik, Gunung Tabur 6 titik, serta Tabalar 5 titik.
Hanya Kecamatan Tanjung Redeb dan Maratua yang terpantau masih berada di posisi aman tanpa titik api. (*)
