BERAU TERKINI – Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud memutuskan untuk mengevaluasi proyek ronovasi rumah jabatan gubernur, setelah mendapat respons keras oleh publik.

Komitmen itu diutarakan secara terbuka oleh Rudy Mas’ud dalam unggahan di akun pribadinya @h.rudymasud yang dikolaborasikan dengan akun Pemprov Kaltim.

Rudy Mas’ud menyadari keriuhan yang muncul selama tiga bulan belakangan ini merupakan buntut kebijakan yang tak pro-rakyat.

Sebab publik menganggap dirinya menggunakan APBD alias uang negara dari pajak rakyat untuk kepetingan pribadi.

“Wajar jika ini memancing respons keras di kalangan publik,” kata Rudy Masud dalam video berdurasi 3 menit 52 detik itu.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat menggelar jumpa pers di di Hotel Klaro Pandurata, Kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda. (facebook/Pemprov Kaltim)
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud saat menggelar jumpa pers di di Hotel Klaro Pandurata, Kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda. (facebook/Pemprov Kaltim)

Respons tersebut dianggap Rudy Mas’ud sebagai bentuk kepedulian warga Kaltim terhadap pemerintahan yang dipimpinnya.

Kritik publik itu pun dijadikan sebagai momen untuk mengevaluasi diri, sehingga untuk mengubah kebijakan keuangan yang telah berjalan saat ini.

“Ada hal yang saya harus perbaiki, baik bersikap maupun dari cara berkomunikasi,” kata dia.

Rudy Mas’ud mengutarakan permohonan maaf atas sikapnya selama memimpin Benua Etam setidaknya selama setahun belakangan ini.

Sebab dirinya telah mengambil kebijakan penggunaan anggaran yang terkesan untuk kepentingan pribadi.

Kendati demikian, dia menegaskan bila kebijakan anggaran tersebut ditetapkan sebelum dirinya berkantor di Kegubernuran Kaltim.

Akan tetapi, dia memahami bila kebijakan tersebut tetap menjadi tanggungjawab dirinya sebagai gubernur saat ini.

“Meskipun itu ditetapkan bukan pada saya memimpin Kaltim,” ungkapnya.

Dalam merespons tekanan publik itu, dirinya memutuskan untuk melakukan evaluasi anggaran untuk renovasi rumah jabatan.

Dengan menanggung secara pribadi kebutuhan renovasi seperti pengadaan kursi pijat dan belanja akuarium air laut di rumah dinasnya.

“Saya akan melakukan pengadaan dengan uang pribadi saya,” kata dia.