BERAU TERKINI – Ancaman kekosongan jabatan mulai membayangi birokrasi Pemerintah Kabupaten Berau.

Dalam waktu dekat, sejumlah posisi strategis di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan ditinggalkan pejabatnya yang memasuki masa pensiun.

Fenomena ini tak sekadar pergantian rutin, tetapi menjadi tantangan serius bagi kesiapan regenerasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Minimnya figur yang benar-benar siap mengisi posisi penting dikhawatirkan berdampak pada jalannya roda pemerintahan.

Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna, menilai, kondisi ini harus segera diantisipasi.

Menurutnya, ketersediaan ASN dengan kualifikasi mumpuni masih terbatas, baik dari segi pangkat, pengalaman, maupun kemampuan kepemimpinan.

“Tidak mudah mencari pengganti yang benar-benar siap. Sementara yang pensiun jumlahnya cukup banyak,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Ia menegaskan, pengisian jabatan tidak boleh dilakukan secara terburu-buru atau sekadar formalitas.

Proses seleksi harus mengedepankan profesionalitas dan objektivitas agar menghasilkan pejabat yang benar-benar kompeten.

“Jangan sampai jabatan strategis diisi oleh orang yang tidak sesuai kapasitasnya,” tegasnya.

Di sisi lain, keterbatasan ASN yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan eselon II membuat ruang pilihan semakin sempit.

Karena itu, Ratna mendorong adanya langkah pembinaan yang lebih terarah, mulai dari peningkatan kapasitas hingga pemetaan potensi pegawai sejak dini.

Ia juga mengingatkan, jabatan pimpinan OPD bukan hanya soal memenuhi syarat administratif.

Namun juga menuntut kesiapan mental, kemampuan mengambil keputusan, dan tanggung jawab besar dalam menjalankan program daerah.

“Ini soal kepemimpinan. Harus siap secara kemampuan dan mental,” katanya.

Ratna berharap ASN yang berpeluang mengisi jabatan dapat mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti proses seleksi secara maksimal. (*/Adv)