BERAU TERKINI – DPRD Berau mendesak Pemkab Berau segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan kendaraan bertonase besar yang masih melintasi Jembatan Bujangga.

Infrastruktur vital yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat itu dinilai terancam mengalami kerusakan lebih cepat jika terus dibebani kendaraan yang melebihi kapasitas.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengatakan, pengawasan terhadap kendaraan roda enam maupun truk bermuatan berat harus diperketat.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini, agar kondisi konstruksi jembatan tetap aman dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Jangan menunggu sampai terjadi kerusakan. Pencegahan harus dilakukan sekarang karena jembatan ini sangat penting bagi masyarakat,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Keberadaan Jembatan Bujangga memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas warga. Karena itu, perlindungan terhadap infrastruktur tersebut harus menjadi perhatian bersama, agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar di kemudian hari.

Sumadi menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan, pengaturan jalur kendaraan merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (ADRIKNI/BT)
Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi. (ADRIKNI/BT)

“Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Perhubungan, tetap diharapkan aktif membangun komunikasi dan mencari solusi bersama, supaya pembatasan kendaraan dapat berjalan efektif,” paparnya.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi portal pembatas kendaraan yang selama ini dinilai belum mampu menahan kendaraan bertonase besar. Beberapa kali portal mengalami kerusakan akibat tertabrak truk, sehingga fungsi pengawasannya tidak berjalan maksimal.

Melihat kondisi tersebut, DPRD Berau mendorong pembangunan portal permanen dengan konstruksi yang lebih kuat, disertai pemasangan rambu-rambu pembatas yang jelas.

“Kalau fasilitas yang ada mudah rusak, maka harus dibuat sistem yang lebih kuat agar kendaraan berat tidak lagi bisa masuk,” pungkasnya.