BERAU TERKINI – Anggota DPRD Berau, Sutami, meminta aparat penegak hukum memberikan sanksi tegas kepada pelaku perburuan hiu ilegal yang terjadi di perairan Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya mengancam kelestarian ekosistem laut, tetapi juga dapat merusak citra Berau sebagai salah satu kawasan konservasi laut di Kalimantan Timur.
Pernyataan itu disampaikan Sutami menyusul diamankannya sejumlah pelaku oleh petugas UPTD Kesatuan Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kawasan Delta dan Perairan Sekitarnya (KDPS) Pulau Derawan.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan nelayan asal Semporna, Malaysia, bersama seorang nelayan yang ber-KTP Kalimantan Utara karena diduga melakukan eksploitasi hiu untuk dijadikan umpan.
Sutami menekankan, proses hukum terhadap para pelaku harus dilakukan secara maksimal agar memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi pihak lain yang mencoba melakukan aktivitas serupa di wilayah perairan Berau.
“Jangan sampai kasus seperti ini dianggap biasa. Harus ada tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku agar ada efek jera. Berau memiliki kekayaan laut yang harus dijaga bersama,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Ia juga menilai, masuknya nelayan asing maupun dari luar daerah untuk melakukan perburuan hiu menunjukkan masih adanya celah dalam pengawasan kawasan perairan.
Karena itu, ia meminta instansi terkait meningkatkan patroli dan pengawasan, terutama di wilayah yang rawan menjadi lokasi aktivitas penangkapan ilegal.
“Ini memang harus kolaborasi semua pihak,” jelasnya.
Menurutnya, pengawasan tidak boleh hanya dilakukan ketika ada laporan.
Namun harus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan laut.
“Kami berharap pengawasan di laut bisa lebih diperketat. Jika memang ada jaringan atau kelompok yang secara sengaja mengeksploitasi hiu, tentu harus diusut hingga tuntas,” katanya.
Sutami menambahkan, hiu merupakan salah satu satwa yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Apabila praktik perburuan terus dibiarkan, dampaknya akan dirasakan dalam jangka panjang terhadap keberlanjutan sumber daya perikanan dan sektor wisata bahari Berau.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya nelayan lokal, untuk turut berperan aktif menjaga kelestarian laut dengan tidak melakukan penangkapan terhadap satwa yang dilindungi.
“Kami berharap praktik perburuan hiu ilegal di perairan Berau dapat dihentikan, sehingga kekayaan laut daerah ini tetap terjaga untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (*)
