BERAU TERKINI — Dinas Perhubungan Kabupaten Berau terus mematangkan persiapan teknis terkait penambahan fasilitas jalan dan sektor pelayaran pada 2026.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Berau, Senin (8/6/2026), Dishub memaparkan total anggaran sebesar Rp51.543.590.300 yang dikucurkan tahun ini untuk memenuhi kebutuhan penambahan fasilitas publik.
Kepala Dinas Perhubungan Berau, Rusnan Hefni, menyampaikan, plot anggaran tersebut akan mendominasi proyek di bidang lalu lintas jalan dan pelayaran.
Secara rinci, sebanyak Rp16 miliar dialokasikan khusus untuk penyediaan perlengkapan jalan di bidang lalu lintas.
Sementara di bidang pelayaran, anggaran Rp12,7 miliar digelontorkan untuk pembangunan pelabuhan penumpang.
Salah satu fokus alokasi terbesar adalah penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Di kawasan perkotaan, anggaran Rp4.728.680 dialokasikan untuk sebaran PJU di Kecamatan Tanjung Redeb, Teluk Bayur, dan Gunung Tabur.
Nominal anggaran yang sama, yaitu Rp4.728.680, juga dikucurkan untuk pemenuhan PJU di Kecamatan Talisayan yang akan menyasar Kampung Eka Sapta, Kampung Talisayan, Kampung Sumber Mulya, dan Kampung Purna Sari Jaya.
“Yang banyak kegiatan 2026 ada di lalu lintas dan pelayaran, memang di angkutan ini belum ada kepala bidangnya,” ujar Rusnan.
Di bidang pelayaran, Dishub menjadwalkan pembangunan kembali Dermaga Sidayang di Kampung Tanjung Batu berupa bangunan kantor dan ruang tunggu pasca-rehabilitasi.
Selain itu, dermaga di Kampung Pulau Derawan juga akan dibangun kembali fasilitas ruang tunggunya.
Target wilayah pelayaran lain mencakup Dermaga Buyung-Buyung dan Dermaga Semurut di Kecamatan Tabalar, serta Dermaga Batu-batu di Kecamatan Gunung Tabur.
Namun, Rusnan mengeluhkan pembangunan kembali sejumlah dermaga tersebut membutuhkan dana yang sangat besar.
Kondisi yang ada saat ini dinilai masih minim secara konstruksi dan kurang layak dari segi pembiayaan.
Pasalnya, dalam draf perencanaan awal diusulkan anggaran sebanyak Rp10 miliar, namun realisasi yang dicairkan ke dinas hanya sekitar Rp2 miliar.
Dengan dana Rp2 miliar tersebut, Dishub memastikan tidak akan mencukupi untuk menuntaskan pembangunan dermaga-dermaga yang ada.
Rusnan berharap agar DPRD Berau dapat mengawal dan membantu penambahan sisa anggaran pada APBD Perubahan tahun ini agar pengerjaan fisik di lapangan tidak mangkrak.
“Kegiatan dermaga butuh dana yang besar, yang sekarang masih minim secara konstruksi, kurang layak kalau dari segi angka. Di perencanaan 10 tapi yang turun 2. Harapan kami ke depannya bisa dibantu DPRD untuk dilanjutkan setidaknya jangan sampai mangkrak. Kita pengen di tahun ini dilanjut di perubahan,” ungkap Rusnan.
Dishub menaruh harapan agar pada 2027 permasalahan pembangunan ulang seluruh dermaga di Berau bisa tuntas.
Pihaknya juga menargetkan 2027 sebagai momentum penyelesaian kejelasan status hukum pelabuhan yang ada, penataan administrasi, serta pemetaan menyeluruh, seperti pada Dermaga Sanggam yang pemanfaatannya kini sudah melayani rute antarprovinsi. (*)
