BERAU TERKINI – Kualitas udara di Berau Kaltim memburuk seiring meningkatnya kabut asap dampak dari Karhutla.
Kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Berau, Kaltim berdampak pada munculnya kabut asap.
Sejumlah daerah di Berau seperti di Tanjung Redeb kini diselimuti kabut asap.
Akibatnya, warga mulai mengurangi aktivitas di luar ruangan, Disdik Berau juga mewajibkan murid menggunakan masker saat kegiatan belajar mengajar.
Dilansir dari data weather.com, kualitas udara di Berau memang memburuk dalam dua pekan terakhir.
Di mana skor kualitas udara di Berau berada di angka 90 pada tanggal 17-19 Agustus. Sementara pada tanggal 20-21 Agustus skor kualitas udara berada di angka 114 atau memburuk.
Meski kualitas udara masuk dalam kategori sedang namun materi partikel yang terkandung di udara berpeluang berdampak pada kesehatan.
“Kualitas udara dapat diterima; namun, bagi beberapa polutan mungkin ada kekhawatiran kesehatan sedang bagi sejumlah orang yang sensitif terhadap polusi udara,” tulis keterangan weather.com
“PM 2.5 (Materi partikulat kurang dari 2,5 mikron) Sedang 31.5 µg/m3,” lanjutnya.

Wajib Pakai Masker
Sebelumnya diberitakan, dampak kabut asap membuat Disdik Berau bertindak.
Melalui Surat Edaran No. 800/2978/Umpeg-disdik, Disdik Berau mengatur tentang Penggunaan Masker Selama Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Cuaca ekstrem El Nino Picu Karhutla
Dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala Disdik Berau Mardiatul Idalisah itu, pihak Disdik Berau meminta kegiatan belajar mengajar di Berau dilakukan dengan menggunakan masker.
“Seluruh siswa/i, para guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan wajib menggunakan masker baik di ruang kelas maunpun diluar kelas,” tulis surat edaran tersebut.
“Tidak melakukan aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diluar ruang kelas,” lanjutnya.
“Memperbanyak konsumsi air putih, maka diharapkan siswa/i wajib membawa tumbler berisi air putih,” jelas surat edaran tersebut.
