BERAU TERKINI – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai menunjukkan hasil. 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat tren karhutla di tiga daerah dengan kasus tertinggi, yakni Berau, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Kutai Barat (Kubar), mulai mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam peninjauan penanganan karhutla di Kabupaten Berau.

“Memang ada tiga daerah yang dominan untuk karhutla, yaitu Berau, Kukar, dan Kubar. Tapi trennya mulai menurun, tadi juga sudah dilaporkan,” ujar Sri Wahyuni, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, penurunan tersebut tidak terlepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat dalam upaya penanggulangan karhutla.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kaltim sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memperkuat langkah penanganan karhutla di lapangan.

“Kami menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa beberapa waktu lalu telah dilaksanakan rapat koordinasi di tingkat Forkopimda. Ada sinergi yang sangat baik antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat terkait penanganan karhutla ini,” katanya.

Selain penguatan koordinasi, Pemprov Kaltim juga memberikan dukungan operasional melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

Dukungan tersebut berasal dari Annual Work Plan Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 yang diarahkan untuk membantu kebutuhan operasional pemadaman.

“Di tingkat tapak sendiri, melalui KPHP dan annual work plan FOLU, kami memberikan dukungan untuk kebutuhan operasional pemadaman karhutla,” jelasnya.

Sri Wahyuni menambahkan, seluruh KPHP di Kaltim saat ini telah memiliki unit pemadam kebakaran lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR).

“Untuk sarana dan prasarana, semua KPHP sudah memiliki unit pemadam kebakaran. Itu kami siapkan melalui dana DBH-DR, termasuk yang ada di Berau,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga terus melakukan penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan, sosialisasi, hingga dukungan peralatan bagi petugas Manggala Agni yang menjadi garda terdepan dalam penanganan karhutla.

Ke depan, Pemprov Kaltim akan terus mengawal dan mendukung kegiatan penanggulangan karhutla.

“Jika nanti diperlukan penguatan sarana dan prasarana, tentu akan menjadi perhatian kami,” pungkasnya. (*)