BERAU TERKINI – Penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Berau mendapat beragam tanggapan dari masyarakat.
Sebagian warga menilai langkah tersebut belum tentu mampu mengatasi persoalan antrean panjang di sejumlah SPBU jika tidak dibarengi dengan pengawasan distribusi yang lebih ketat.
Melalui kolom komentar media sosial Berauterkini, sejumlah warga menyampaikan pandangannya terkait kondisi yang kerap terjadi di lapangan.
Salah seorang warga, Datah Tah, menilai penambahan kuota BBM tidak akan banyak berpengaruh apabila kendaraan dari luar daerah masih bebas mengisi BBM bersubsidi di Berau.
“Tambah berapa pun kuota tidak akan bisa mengurangi kelangkaan BBM kalau kendaraan berpelat daerah lain masih bebas mengonsumsi BBM bersubsidi,” tulisnya.
Pendapat serupa juga disampaikan Arka Dika Arfa. Menurutnya, meskipun kuota BBM ditambah, antrean panjang di SPBU berpotensi tetap terjadi apabila praktik penjualan BBM subsidi secara eceran tidak ditertibkan.
“Ditambah berapapun kuota minyak bersubsidi, SPBU pasti tetap antre panjang. Intinya larang Pertalite dijualbelikan di warung-warung eceran, pasti antrean panjang bisa berkurang,” ujarnya.
Sementara itu, ada pula warga yang menyoroti dugaan keberadaan pihak-pihak tertentu yang memperoleh keuntungan dari kondisi kelangkaan BBM.
Komentar tersebut menunjukkan masih adanya keresahan masyarakat terhadap distribusi dan pengawasan BBM bersubsidi di daerah.
Beragam tanggapan tersebut menjadi gambaran masyarakat berharap solusi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada penambahan kuota.
Tetapi juga menyentuh aspek pengawasan, penyaluran, serta ketepatan sasaran penerima BBM subsidi agar antrean panjang dan kelangkaan yang kerap terjadi dapat diminimalisasi. (*)
