BERAU TERKINI – Pemerintah pusat menjelaskan, helikopter bantuan dari Jepang dikerahkan untuk tangani karhutla di Kalbar.

Jepang mengirimkan tiga unit helikopter serta 350 personel untuk membantu mengatasi karhutla di Indonesia.

Kemenhan menjelaskan tiga unit helikopter jenis CH-47 Chinook itu akan dikerahkan untuk mengatasi karhutla di Kalbar.

Menurut Sekjen Kemenhan Letjen TNI Tri Budi Utomo, helikopter itu kini dijadwalkan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalbar. Nantinya helikopter asal Jepang itu akan dimaksimalkan untuk operasi penanganan karhutla dengan metode water bombing.

Dilansir Kompas.com, helikopter itu tiba di Pelabuhan Kijing, Kalbar dengan menggunakan kapal JS Kunisaki.

“Ketiga helikopter tersebut dibawa menggunakan kapal JS Kunisaki bersama dengan sekitar 150 awak kapal. Sesuai rencana saat ini, JS Kunisaki dijadwalkan akan tiba di Terminal Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 9 September 2026,” kata Letjen TNI Tri Budi Utomo Budi dikutip dari laporan Kompas.com

“Karakteristik Karhutla tidak selalu memungkinkan seluruh titik api dijangkau secara efektif melalui operasi darat. Helikopter CH-47 akan mendukung pemadaman dari udara melalui kemampuan water bombing,” jelasnya.

Dia menyebut, operasional helikopter bantuan dari Jepang itu dibawah kendali pemerintah Indonesia. Adapun saat ini penanganan karhutla difokuskan ke wilayah dengan titik api terbanyak seperti di Kalbar.

Dengan demikian, untuk saat ini bantuan armada asing untuk Karhutla belum akan dikerahkan untuk menangani karhutla di Berau, Kaltim.

Upaya water bombing atasi Karhutla (Instagram/@militer.udara)
Upaya water bombing atasi Karhutla (Instagram/@militer.udara)

Berau Minta BNPB Kirim Water Bombing

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Berau meminta bantuan armada udara dari negara sahabat untuk penanganan karhutla di Indonesia dialokasikan ke Berau.

Pemkab Berau tengah menjalin komunikasi dengan BNPB agar armada pesawat maupun helikopter bantuan dari negara sahabat yang dikerahkan untuk menangani karhutla di Indonesia, turut diperbantukan ke Berau.

Bupati Berau Sri Juniarsih mengatakan, upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan tambahan dalam menghadapi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Berau.

Menurutnya, pemerintah daerah mencermati adanya bantuan dari sejumlah negara sahabat kepada Indonesia dalam penanganan karhutla.

Bantuan tersebut di antaranya berupa armada udara yang dapat digunakan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing.

Bupati Berau Sri Juniarsih saat meninjau penanganan karhutla (Dok. Prokopim Berau)
Bupati Berau Sri Juniarsih saat meninjau penanganan karhutla (Dok. Prokopim Berau)

“Saya sedang menjalin komunikasi dengan BNPB terkait penanganan karhutla di Berau,” kata Sri Juniarsih, Kamis (3/9/2026) lalu dikutip dari keterangan resmi Pemkab Berau.

Dia berharap armada pesawat atau helikopter yang didatangkan ke Indonesia tersebut dapat pula diarahkan untuk membantu penanganan karhutla di Berau.

Pemanfaatan armada udara dinilai penting, terutama untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani secara optimal melalui jalur darat.

“Oleh karena itu, saya minta agar armada bantuan tersebut bisa dibantukan untuk melaksanakan water bombing di Berau,” ujarnya.