BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau secara serentak mencanangkan pemberian vitamin A yang terintegrasi dengan obat cacing bagi bayi dan balita pada Agustus 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui posyandu di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan, pemberian vitamin A dan obat cacing menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada masa emas usia 0-6 tahun.
Menurutnya, periode tersebut merupakan fase penting dalam pertumbuhan anak yang tidak akan terulang kembali.
Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan kesehatan anak harus menjadi perhatian bersama, terutama para orang tua.
“0-6 tahun itu adalah masa-masa keemasan yang harus menjadi perhatian kita semuanya. Di sinilah pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, termasuk kebutuhan gizi yang mereka butuhkan harus benar-benar menjadi perhatian,” ujar Sri Juniarsih.

Ia menjelaskan, vitamin A tidak hanya berkaitan dengan kesehatan mata, tetapi juga memiliki peran dalam menjaga daya tahan tubuh dan mendukung pertumbuhan anak.
Kekurangan vitamin A dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap berbagai penyakit infeksi.
Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua memastikan anak mendapatkan kapsul vitamin A sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pemberian vitamin A pada Agustus ini juga terintegrasi dengan pemberian obat cacing sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak.
Sri Juniarsih meminta jajaran posyandu dan tenaga kesehatan melakukan pendekatan jemput bola terhadap anak-anak yang belum mendapatkan pelayanan.
“Kita data anak-anak kita di setiap RT. Ketika mereka tidak datang, tolong dikabari atau perlu dijemput supaya mereka mendapatkan pelayanan yang terbaik terkait pemberian vitamin A dan obat cacing ini,” tegasnya.
Selain pemberian vitamin A dan obat cacing, Bupati juga mengingatkan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin melalui posyandu.
Orang tua diminta aktif menimbang berat badan anak, memantau pertumbuhan, mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, serta mendapatkan edukasi mengenai pemenuhan gizi.
Ia juga menekankan pemenuhan gizi anak tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan posyandu.
Pola makan dan pola hidup sehat harus diterapkan setiap hari di lingkungan keluarga.
“Kalau misalnya anak-anak di posyandu mendapatkan PMT, itu hanya sebulan sekali. Tetapi pola hidup sehat yang diterapkan oleh orang tua di rumah, setiap hari anak-anak harus mendapatkan perhatian tentang asupan gizi yang mereka dapatkan,” katanya.
Sri Juniarsih bahkan mengingatkan para orang tua agar tidak memaksakan pola makanan orang dewasa kepada anak.
Menurutnya, orang tua perlu menyiapkan makanan yang bergizi sekaligus disukai anak, dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di Berau.
Ia juga mendorong orang tua berkreasi dalam menyediakan makanan anak agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa membuat anak merasa terpaksa.
“Orang tua tidak boleh lagi egois. Kalau orang tua suka makanan pedas, jangan anak juga diberikan makanan pedas. Persiapkan makanan untuk anak yang mereka sukai dan bergizi,” ujarnya.
Bupati mengajak para ayah untuk turut terlibat dalam memastikan kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Tanggung jawab pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak merupakan kerja sama antara ayah dan ibu.
“Ayah wajib hadir. Ayah dan ibu harus bekerja sama memastikan anak-anak tumbuh sehat, cukup gizi, mendapatkan kasih sayang dan lingkungan yang baik,” tuturnya.
Sri Juniarsih juga memberikan apresiasi kepada para kader posyandu dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat hingga tingkat kampung dan kelurahan.
Ia berharap semangat para kader tetap terjaga meski pemerintah daerah tengah menghadapi kondisi efisiensi anggaran.
“Walaupun mungkin saat ini insentifnya turun, insya Allah yang kita lakukan itu tidak menurunkan semangat kita untuk menjadi kader-kader posyandu yang kami banggakan,” katanya.
Sri Juniarsih menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah kecamatan, kelurahan dan kampung, serta masyarakat untuk bergerak bersama membangun generasi Berau yang sehat dan cerdas.
“Jangan lewatkan masa keemasan anak. Anak-anak kita adalah investasi kita di masa depan, yang akan menjadi calon-calon pemimpin di masa depan,” pungkasnya. (*)
