BERAU TERKINI – Ketidakpastian sektor pertambangan yang belakangan diwarnai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi penyelamat bagi sebagian keluarga.

Salah satunya dialami Neti Amaralinda, pemilik SABUGAR (Salad Buah Segar), yang kini mengandalkan usaha salad buah sebagai sumber penghasilan utama keluarga.

Neti mengisahkan, usaha yang dirintisnya sejak 2023 berawal dari keinginan memiliki penghasilan sendiri sebagai ibu rumah tangga.

Ia juga ingin mempersiapkan alternatif mata pencaharian apabila sewaktu-waktu kondisi industri pertambangan tidak lagi stabil.

“Awalnya saya ingin mempunyai pendapatan sendiri sebagai ibu rumah tangga. Selain itu, saya juga berpikir bagaimana jika suatu saat kondisi pekerjaan suami di pertambangan tidak baik-baik saja,” ujarnya pada Berauterkini.

WhatsApp Image 2026 08 21 at 12.16.42 1 e1787290525236

Inspirasi usaha tersebut muncul setelah melihat kesuksesan produk salad buah yang populer di Jakarta melalui media sosial.

Berbekal tekad dan kemauan belajar, Neti mulai mencoba membuat produk salad buah dengan racikan sendiri.

Keputusan itu terbukti menjadi langkah yang tepat. Tiga tahun setelah merintis usaha, suaminya harus menerima kenyataan terkena PHK akibat efisiensi perusahaan tempatnya bekerja.

“Ketika suami terkena PHK, kami memutuskan untuk lebih fokus mengembangkan usaha salad buah ini demi mendapatkan penghasilan dan menyambung hidup di perantauan Berau,” katanya.

Pada awal berdiri, SABUGAR dipasarkan secara online melalui media sosial dan grup jual beli lokal di Facebook.

Respons positif dari pelanggan membuat Neti semakin percaya diri mengembangkan usahanya.

Dengan memanfaatkan sebagian dana pesangon suami, ia kemudian membuka outlet SABUGAR pada awal 2026. 

Langkah tersebut menjadi titik balik perkembangan usahanya.

Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan tata boga, Neti mengaku seluruh proses pembuatan produk dipelajarinya secara otodidak.

Ia terus bereksperimen untuk menciptakan saus mayones yang berbeda dari produk lain.

“Saya belajar sendiri. Berkali-kali mencoba sampai menemukan rasa yang pas, tidak terlalu kecut dan tidak membuat enek,” ungkapnya.

Keunikan SABUGAR terletak pada penggunaan tujuh jenis buah premium tanpa campuran agar-agar maupun jelly. 

Selain itu, produk ini hadir dengan tiga varian saus mayones, yakni original, taro, dan matcha.

“Kalau biasanya salad buah identik dengan satu rasa, kami menghadirkan tiga pilihan rasa yang bisa dipilih pelanggan,” jelasnya.

Dalam mengembangkan usaha, Neti juga aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang difasilitasi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.

Melalui program tersebut, ia memperoleh berbagai informasi pelatihan, seminar, hingga peluang berjualan pada event yang digelar pemerintah daerah.

“Banyak manfaat yang kami dapatkan, mulai dari pengetahuan, informasi pelatihan, sampai kesempatan membuka lapak di berbagai kegiatan UMKM,” katanya.

Kini, SABUGAR dapat ditemui di outlet yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun, tepat di depan simpang tiga Jalan Kedaung.

Outlet tersebut buka setiap Senin hingga Sabtu pukul 11.00 hingga 21.00 WITA.

Sementara setiap Minggu, SABUGAR hadir di kawasan Car Free Day Banua Rasa Weekend Market di Jalan Murjani I.

Bagi Neti, perjalanan membangun SABUGAR bukan hanya tentang menjual salad buah, tetapi juga menjadi bukti bahwa UMKM mampu menjadi penopang ekonomi keluarga di tengah tantangan yang tidak terduga. (*/Adv)