BERAU TERKINI – Kabupaten Berau menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur selain Samarinda dan Balikpapan.

Berau dinilai memiliki sejumlah faktor yang membuat pengawasan terhadap peredaran barang haram tersebut perlu diperkuat.

Apalagi, belum lama ini didapati 10 orang positif narkoba di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau Derawan, oleh jajaran Polres Berau. 

Ditambah lagi, posisi geografis Bumi Batiwakkal yang strategis karena menjadi salah satu jalur penghubung menuju Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, mengatakan, hasil pengungkapan kasus menjadi salah satu indikator yang menggambarkan kondisi peredaran narkotika di wilayah Berau.

Hal itu sekaligus menjadi dasar pentingnya memperkuat pengawasan dan penindakan secara berkelanjutan.

“Kalau Berau menjadi salah satu atensi. Salah satu indikatornya bisa dilihat dari hasil pengungkapan kasus yang telah dilakukan Polres Berau,” ujarnya, Senin (26/10/2026). 

Menurut Agus, posisi geografis Berau juga perlu menjadi perhatian. Mobilitas masyarakat serta aktivitas keluar-masuk barang di jalur penghubung antar daerah, perlu diawasi. 

Terutama mengantisipasi potensi wilayah tersebut dimanfaatkan sebagai lintasan peredaran narkotika.

Dengan letak yang strategis menuju Kaltara, pengawasan tidak hanya diperlukan di wilayah perkotaan, tetapi juga pada jalur-jalur yang berpotensi dimanfaatkan jaringan pengedar untuk memindahkan narkotika lintas daerah.

“Perlu memperkuat kewaspadaan, karena Berau sangat rentan terhadap peredaran narkoba,” katanya.

Agus juga menegaskan, perhatian khusus dari Ditresnarkoba Polda Kaltim menjadi pengingat, pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan secara sporadis.

Selain penangkapan pelaku, upaya tersebut harus disertai pemetaan wilayah rawan, pengembangan jaringan, serta pengawasan terhadap aktivitas yang terindikasi berkaitan dengan peredaran narkoba.

Sinergi antara Polda Kaltim dan Polres Berau terus ditingkatkan, terutama dalam menelusuri kemungkinan keterkaitan jaringan yang beroperasi lintas kabupaten, provinsi, hingga perbatasan negara.

“Dengan perhatian khusus terhadap Berau, diharapkan langkah pemberantasan narkotika semakin terarah dan mampu menekan ruang gerak para pengedar,” pungkasnya. (*)