BERAU TERKINI – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau memastikan kualitas udara di Bumi Batiwakkal masih berada dalam kategori aman, meski marak terjadi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengimbau warga untuk tidak panik.

Namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan respiratorik.

“Sejauh ini kondisi udara di Berau masih aman,” ujar Zulkifli kepada Berauterkini, Rabu (12/8/2026).

Guna mengantisipasi dampak debu dan asap terhadap saluran pernapasan, Zulkifli meminta masyarakat mulai menerapkan langkah pencegahan mandiri.

WhatsApp Image 2026 08 12 at 14.55.17 e1786526371550

Salah satunya dengan rutin mengonsumsi air putih dan membatasi kegiatan di luar rumah.

“Imbauan masyarakat tetap perbanyak minum air putih dan kurangi aktivitas di luar ruangan,” imbaunya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau merilis hasil pemantauan dinamika atmosfer dan titik panas (hotspot) periode 1–9 Agustus 2026. 

Hasil analisis menunjukkan kondisi cuaca di Kabupaten Berau didominasi cuaca kering ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino kategori kuat.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan, indeks El Nino–Southern Oscillation (ENSO) pada area Nino 3.4 saat ini berada di angka +1,94 hingga 2,02.

“ENSO Index nino 3.4 memiliki nilai +1.94 s.d 2.02 atau El Nino pada kategori kuat,” ujar Ade saat dikonfirmasi Berauterkini, Senin (10/8/2026).

Meski begitu, fenomena ini tidak mendukung pembentukan awan konvektif penghasil hujan di wilayah Berau.

“Kondisi tersebut tidak mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Berau,” ungkapnya.

Dampaknya, kondisi meteorologis Berau sangat minim curah hujan. Sepanjang 1–9 Agustus, hujan praktis hanya turun sekali pada 2 Agustus dengan intensitas 15,5 mm, selebihnya tercatat 0 mm.

Minimnya presipitasi ini dibarengi lonjakan suhu maksimum harian yang berkisar 34,7-36,2 derajat Celsius.

“Suhu maksimum tertinggi sebesar 36,2 derajat tercatat pada 4 Agustus 2026,” tutur Ade. (*)