BERAU TERKINI – Fenomena El Nino yang memicu gelombang panas ekstrem di Kabupaten Berau kian meningkatkan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Maraknya ancaman titik panas (hotspot) dan kepulan asap di beberapa area rawan sempat memicu kekhawatiran masyarakat terhadap penurunan kualitas udara serta lonjakan penyakit pernapasan.
Meski demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Berau memastikan bahwa hingga awal Agustus 2026 belum ada peningkatan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Wati, mengatakan hal itu berdasarkan laporan sementara dari sejumlah puskesmas.
“Untuk sementara berdasarkan laporan dari puskesmas awal bulan Agustus belum ada peningkatan signifikan,” ujar Wati, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan data Dinkes Berau, sepanjang Januari hingga Juli 2026, kasus ISPA paling banyak dialami kelompok usia dewasa dan disusul balita.
Pada Juli 2026 saja tercatat 1.030 kasus pada kelompok dewasa, 594 kasus pada balita, 375 kasus anak, 339 kasus remaja, dan 180 kasus lansia.
Meski tren belum menunjukkan lonjakan tajam, Wati mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
Menurutnya, secara teori sejumlah kondisi tetap berpotensi memicu radang tenggorokan, khususnya saat tubuh mengalami dehidrasi.
“Secara teori pasti ada yang memicu radang tenggorokan, terutama jika dehidrasi,” katanya.
Oleh karena itu, Dinkes Berau mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Selain itu, memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran ISPA. (*)
