BERAU TERKINI – Sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian pekat hingga kawasan perkotaan belum sampai melumpuhkan aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kamis (20/8/2026).
Kendati demikian, dampaknya mulai dirasakan para siswa di ruang kelas.
Kepala SMPN 2 Tanjung Redeb, Candra Wiwarni, menyampaikan, proses pembelajaran di sekolahnya masih berlangsung lancar.
Sebagai langkah proteksi, pihaknya meminta siswa kelompok rentan untuk mengenakan masker.
“Sementara belum berpengaruh, namun kami menghimbau agar siswa yang memiliki penyakit sesak nafas seperti asma untuk menggunakan masker,” ujar Candra kepada Berauterkini.
Satu nada, Kepala SDN 007 Tanjung Redeb, Neneng Diana, mengonfirmasi situasi di sekolahnya masih kondusif meski asap sempat terlihat tebal pada pagi hari.
“Sementara ini belum, masih aman aja,” kata Neneng.
Meski jadwal sekolah tidak terganggu, imbas asap dan suhu ekstrem dilaporkan mulai mengusik kenyamanan belajar siswa.
Guru MTsN Tanjung Redeb, Ma’rufah, menceritakan, pekatnya kabut asap memicu hawa panas berlebih yang membuat siswa tidak tenang saat belajar di siang hari.
“Sebetulnya sedikit terganggu, karena hawa panasnya luar biasa, siswa-siswi gelisah jika siang tiba karena hawa panasnya tidak seperti biasanya,” ungkap Ma’rufah. (*)
