BERAU TERKINI – Bencana kekeringan di Kabupaten Berau akibat kemarau panjang diprediksi akan terus berlangsung hingga akhir September 2026 mendatang.

Kondisi ini merupakan dampak dari pengaruh dari sisa El Nino yang masih kental di langit Batiwakkal.

Dalam laporan Diskominfo Berau, Prakira Cuaca Stasiun Meteorologi Kalimarau, Ivan Rizki mengatakan kondisi yang dialami Berau saat ini tak separah kemarau ekstrem yang terjadi pada 2019 lalu.

Sebab secara alami Berau disebut beriklim cenderung basah.

Dengan situasi ini, Berau masih berpotensi mendapatkan curah hujan ringan yang turun di kawasan pegunungan atau pedalaman Berau.

Pesawat Cessna Grand Caravan 208B milik BNPB yang sudah mendarat di Bandara Kalimarau untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Berau.
Pesawat Cessna Grand Caravan 208B milik BNPB yang sudah mendarat di Bandara Kalimarau untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Berau.

Sementara cuaca di perkotaan akan lebih kering dengan potensi hujan yang relatif rendah.

Ia menilai, upaya pemerintah saat ini untuk rekayasa cuaca sudah memberikan dampak positif.

Meski tak berbuah hasil dengan turunnya hujan, setidaknya titik panas di Berau dapat ditekan.

Diakui, penaburan garam di langit baru akan dapat membuahkan hasil maksimal ketika awan pembawa bibit hujan muncul.

Namun situasi berbeda, sebab awan tersebut masih sangat sukar ditemukan di langit Batiwakkal.

Berdasarkan data Selasa (1/9/2026) lalu, Berau masih diselimuti kabut asap dengan suhu udara maksimal mencapai 37,8 derajat celcius.

Jarak pandang di Bandara Kalimarau, hanya berkisar 2-4 kilometer.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap agar selalu menggunakan masker dan terus memantau informasi cuaca terkini.