BERAU TERKINI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kabupaten Berau selama hampir satu bulan terakhir membuat armada pemadam kebakaran kewalahan. 

Intensitas penggunaan yang tinggi setiap hari mengakibatkan sejumlah unit armada mengalami kerusakan hingga jumlahnya tak lagi ideal di lapangan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi Muhdi, mengakui keterbatasan armada tersebut menjadi kendala dalam penanganan karhutla. 

Kendati demikian, Masyhadi menegaskan pemadaman terus diupayakan dengan mengoptimalkan unit yang masih berfungsi.

WhatsApp Image 2026 09 08 at 15.35.11

“Kalau kondisi sekarang sebenarnya tidak mencukupi. Beberapa ada yang lagi rusak. Namanya alat kalau dipakai terus menerus, tapi kita upayakan,” jelas Masyhadi kepada Berauterkini.

Menyiasati keterbatasan armada, BPBD Berau menyiapkan langkah taktis dengan menggalang keterlibatan jajaran pemerintah daerah hingga tingkat tapak. 

Pihaknya mengimbau camat, pengurus RT, dan warga di kampung-kampung untuk turun tangan membantu proses pemadaman.

Masyhadi berencana memanfaatkan toren milik warga dan pihak kampung untuk membantu penyuplai suplai air ke titik api.

“Kami mengaktivasi lagi para camat untuk melibatkan mungkin anggota di kampung dan RT yang punya profil tank untuk turut serta mensuplai air,” tutupnya. (*)