BERAU TERKINI – Melonjaknya kembali ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau direspons cepat oleh jajaran pendidik di Tanjung Redeb.
SDN 017 Tanjung Redeb memilih menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan memangkas jam belajar dan meniadakan seluruh kegiatan di luar ruangan demi menjaga kesehatan para siswa.
Kepala SDN 017 Tanjung Redeb, Sunarmi, menjelaskan, skema PTMT telah berjalan sejak awal pekan ini.
Pihak sekolah menyesuaikan jadwal kepulangan siswa lebih awal dari jam normal yang biasanya berlangsung hingga pukul 14.00 WITA.

“Upacara tidak kami lakukan, olahraga juga tidak kami lakukan. Jadi pembelajarannya itu tetap di dalam kelas. Kalau kami itu fullday ya, kalau kelas itu jam 2, karena mengingat kondisi yang seperti ini jadi tidak memungkinkan seperti itu,” ujar Sunarmi kepada Berauterkini, Kamis (17/9/2026).
Melalui skema baru ini, murid kelas 1 dipulangkan pada pukul 09.30 WITA, sementara siswa kelas 4-6 menyelesaikan pelajaran pukul 11.00 WITA.
Waktu istirahat juga dibatasi ketat hanya 10 menit agar siswa tidak berkeliaran di luar gedung kelas.
Sunarmi mencatat hingga kini belum ada keluhan gangguan kesehatan seperti mata perih atau sesak napas yang dialami para murid.
Meski demikian, pihak sekolah mewajibkan penggunaan masker dan mengimbau orang tua siswa agar disiplin menjemput anak tepat waktu.
Pihak sekolah menegaskan akan terus memantau pembaruan indeks kualitas udara secara berkala.
Jika parameter menunjukkan peningkatan level bahaya, opsi memulangkan siswa lebih cepat siap diambil demi keselamatan murid.
“Alhamdulillah sementara waktu tidak ada kami temuin itu, mudah-mudahan aman-aman saja. Mudah-mudahan berjalannya waktu cepat sirna, namanya asap ini kita enggak ada yang tahu ya,” pungkasnya. (*)
