BERAU TERKINI – Kader Partai Gerindra Andi Harun, menyarankan Rudy Mas’ud untuk menemui dan meminta maaf secara langsun kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan Hashim Djojohadikusumo.
Saran tersebut dia lontarkan sebagai respons atas pernyataan keliru Rudy Mas’ud yang berkaitan dengan praktik nepotisme di lingkungan pemerintah pusat sebagai hak prerogatif.
Ia menilai permintaan maaf secara langsung akan dinilai lebih elok ketimbang membuat video yang membawa tafsir berbeda.
“Jadi publik bisa menilai kalau beliau ini berbesar hati menilai ini sebagai kesalahan,” kata Andi Harun yang juga menjabat sebagai wali kota Samarinda.
Meskipun, menurutnya tak ada niat buruk dari pernyataan itu dilontarkan Rudy Mas’ud saat jumpa pers bersama awak media pekan lalu.
“Kami dari keluarga besar Gerindra, menyarankan beliau meminta maaf secara langsung,” ujarnya.

Andi Harun menilai permintaan maaf tersebut masih terlalu umum karena pada pernyataan awal Rudy secara langsung menyebut nama Hashim dan Prabowo.
Ia menyarankan agar permintaan maaf disampaikan secara langsung kepada Hashim Djojohadikusumo dan Presiden RI Prabowo Subianto agar polemik tidak semakin meluas.
“Kader Gerindra banyak yang menganggap permintaan maaf itu belum tulus,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam video di instagram pribadinya @h.rudymasud telah mengutarakan permintaan maaf.
Dirinya menegaskan tak ada niatan untuk membandingkan diri dengan Presiden Prabowo Subianto.
Rudy Mas’ud pun mengutarakan permohonan maaf secara terbuka, karena kekeliruan tersebut berasal dari dirinya sendiri.
“Saya tidak ada maksud sedikitpun untuk membandingkan hal tersebut,” ujarnya.
