BERAU TERKINI – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Landscape Karahitan saat mengunjungi kawasan tersebut di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Pengelolaan kawasan itu melibatkan Conservation Action Network (CAN).
Raja Juli mengatakan, kawasan preservasi tersebut penting bagi perlindungan keanekaragaman hayati, termasuk konservasi orangutan.
Dari sekitar 87.000 hektare kawasan yang menjadi perhatian, sekitar 17.000 hektare masih bermasalah.
“Kalau tidak salah daerah preservasi yang multi stakeholder ini 87 ribu hektare,” ujar Raja Juli.

Ia menyebutkan, kawasan itu menjadi habitat bagi sekitar 500-800 orangutan.
Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, lembaga konservasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah juga akan menindaklanjuti sejumlah Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan tersebut.
“Dan ini nanti akan menjadi rumahnya orangutan yang sudah selesai melalui sekolah hutan,” jelasnya.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan pengelolaan sesuai ketentuan dan tetap memperhatikan kepentingan konservasi.
Penyerahan SK Landscape Karahitan menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan pengelolaan kawasan preservasi.
Keterlibatan CAN diharapkan mendukung perlindungan habitat dan keberlangsungan populasi orangutan.
“Makanya saya datang ke sini untuk memastikan 87 ribu hektare ini jangan sampai terbakar,” tegasnya.
Raja Juli menegaskan, perlindungan kawasan preservasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengelolaan kolaboratif, Landscape Karahitan diharapkan tetap menjadi habitat penting bagi orangutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (*)
