BERAU TERKINI – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mengguyur Kampung Punan Segah, Segah, Kabupaten Berau, Kaltim, pada Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan laporan BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Kalimarau, hujan tersebut terjadi pada pukul 06.11 WITA pagi tadi.
Dalam prakiraan cuaca Kabupaten Berau hari ini, di wilayah segah terdapat tutupan awan konvektif yang memberikan hujan di Kampung Punan Segah selama sekitar satu jam.
Namun awan hujan tersebut tak merata untuk semua kawasan di Segah.
Sebab dalam pantauan Stamet Kalimarau, pda pukul 08.30 WITA tadi, sudah tidak didapati awan hujan di langit Berau.
Sementara itu, kawasan perkotaan seperti Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur, kondisi langit cenderung berawan.
Dengan tutupan kabut asap yang masih mengintai pada sepanjang hari ini.
Lalu di kawasan pesisir selatan Berau, kondisi langit lebih cerah berawan.
Sebaran Titik Panas Berau Masih Tertinggi di Kaltim
Berdasarkan laporan data BMKG, sebaran titik panas di Kaltim mencapai 844 titik.
Sebagian besar titik panas berada pada tingkat kepercayaan Menengah sebanyak 727 titik, disusul tingkat Tinggi sebanyak 108 titik, dan tingkat Rendah sebanyak 9 titik.

Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yaitu mencapai 533 titik. Dengan rincian tingkat kepercayaan 7 tingkat rendah, 445 menengah, dan 81 tinggi.
Selanjutnya, Kutai Timur mencatat 102 titik terbagi 89 menengah dan 13 tinggi, disusul Paser dengan 97 titik dengan tingkat kepercayaan 2 rendah, 89 menengah, dan 6 tinggi.
Di wilayah lainnya, Kutai Kartanegara terdeteksi memiliki 66 titik (61 menengah dan 5 tinggi).
Kemudian di Kutai Barat sebanyak 31 titik (28 menengah dan 3 tinggi), serta Mahakam Ulu sebanyak 8 titik (semuanya tingkat menengah).
Untuk kawasan perkotaan, jumlah titik panas terpantau relatif rendah dan semuanya berada pada tingkat kepercayaan menengah, yaitu Kota Balikpapan sebanyak 4 titik, Kota Bontang 2 titik, dan Kota Samarinda 1 titik.
Sementara itu, Penajam Paser Utara tidak terdeteksi memiliki titik panas.
Atas situasi tersebut, diharapkan seluruh lapisan masyarakat maupun perusahaan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Sebab akan semakin memperparah bencana kabut asap yang saat ini melanda Kabupaten Berau selama hampir tiga pekan belakangan ini.
