BERAU TERKINI – Komitmen Dina Mariana dalam melestarikan kuliner tradisional khas Berau tidak berhenti pada produksi Kue Talinga Sagayi semata.
Pelaku UMKM yang telah puluhan tahun menggeluti usaha tersebut kini semakin aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang digelar Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.
Keaktifannya mengikuti program pembinaan itu bertujuan mengembangkan kapasitas usaha dan memperluas pasar.
Dina sebelumnya dikenal sebagai pelestari Kue Talinga Sagayi, makanan tradisional berbahan tepung beras dan gula aren yang menjadi salah satu ikon kuliner Berau.
Ia pun terus meningkatkan kualitas usahanya melalui pelatihan, pendampingan, hingga keikutsertaan dalam berbagai pameran UMKM yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Menurut Dina, berbagai kegiatan yang difasilitasi Diskoperindag memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha kecil.
“Lewat pelatihan dan pameran, produk kami bisa lebih dikenal. Alhamdulillah banyak yang tahu Kue Talinga Sagayi,” ujarnya.
Tak hanya aktif mengikuti pembinaan, usaha yang dijalankannya kini juga telah memiliki legalitas yang lengkap.
Mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga perizinan pendukung lainnya yang menjadi syarat agar produk dapat dipasarkan lebih luas dan masuk ke berbagai pusat oleh-oleh maupun toko modern.
Dukungan legalitas menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong UMKM naik kelas.
Dina mengaku keberadaan legalitas tersebut meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produknya.
Selain itu, ia juga lebih mudah mengikuti berbagai program promosi dan pemasaran yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta.
Saat ini, Kue Talinga Sagayi produksinya telah dipasarkan di sejumlah outlet oleh-oleh khas Berau.
“Harapan saya sederhana, Kue Talinga Sagayi tetap lestari dan semakin banyak orang mengenal kuliner khas Berau,” pungkasnya. (*/Adv)
