BERAU TERKINI – Kondisi abrasi di kawasan Kampung Payung-Payung, Kecamatan Maratua, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, bahkan turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi terkini kawasan pesisir yang terus mengalami pengikisan.

Dalam peninjauan tersebut, Sri Juniarsih menilai kondisi abrasi sudah cukup mengkhawatirkan.

Selain menggerus garis pantai, bangunan bronjong yang selama ini berfungsi sebagai pelindung pantai juga dinilai sudah tidak lagi optimal karena usianya yang cukup tua.

Menurutnya, bronjong yang ada saat ini dibangun sekitar 2006, sehingga sudah perlu mendapatkan pembaruan agar mampu memberikan perlindungan yang lebih maksimal terhadap kawasan pesisir.

“Daerah Payung-Payung ini sangat penting untuk kita perhatikan. Kondisi abrasinya sudah sangat mengkhawatirkan dan bronjong yang ada juga sudah cukup tua karena dibangun sejak 2006,” ujarnya kepada Berauterkini, Jumat (5/6/2026).

Meski demikian, Sri menjelaskan, penanganan abrasi di kawasan tersebut bukan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Berau.

Karena itu, pihaknya harus berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Oleh karena itu kami perlu mengomunikasikan hal ini dengan pihak terkait. Karena untuk penanganannya bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah, sehingga jika ingin mengambil tindakan tentu harus mendapatkan izin terlebih dahulu,” katanya.

Ia berharap koordinasi yang dilakukan dapat segera menghasilkan solusi, sehingga pembaruan bronjong dan penanganan abrasi di kawasan Payung-Payung dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

“Memang kondisinya sudah harus diperbaharui. Mudah-mudahan komunikasi yang dilakukan dapat mempercepat penanganan sehingga kawasan pesisir di Payung-Payung bisa lebih terlindungi,” pungkasnya. (*/Adv)