BERAU TERKINI – Perumda Air Minum Batiwakkal menjelaskan soal penyesuaian tarif air di Berau untuk pelanggan.

Sejumlah warga Berau mengeluhkan tagihan tarif air yang naik.

Di media sosial, warganet Berau mengaku terkejut dengan kenaikan tagihan tarif air.

Pihak Perumda Air Minum Batiwakkal pun buka suara soal keluhan warga Berau tersebut.

Menurut Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, kenaikan tarif hanya berlaku pada sebagian pelanggan.

Dia menyebut, kenaikan tarif air tidak dilakukan secara mendadak.

Tak Mampu Wujudkan Target 25 Ribu SR, Begini Kilah Dirut Perumda Batiwakkal
Direktur Perumda Batiwakkal, Saipul Rahman. (Sulaiman/BT)

Selain itu dirinya menjelaskan bahwa beberapa pelanggan bahkan terjadi penurunan tagihan tarif air.

Yaitu untuk pelanggan sosial dan pelanggan masyarakat berpenghasilan rendah serta pendidikan yang disesuaikan dengan SK Bupati Nomor 348 Tahun 2026.

“Ya tidak mendadak. Dari dulu juga kita selalu berproses,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (2/11/2026).

Menurutnya, Perumda Air Minum Batiwakkal sudah melakukan rangkaian uji publik dan konsultasi soal peluang tarif baru.

“Lanjut serangkaian konsultasi ke masyarakat 5 Maret 2026 di Perumda Batiwakkal dihadiri para camat, para lurah dan ketua RT serta perwakilan masyarakat,” tambahnya.

“Pesan yang disampaikan sama, bahwa pelanggan harus siap untuk menggunakan air secara bijak karena ada mandat dari Permendagri terkait blok konsumsi progresif,” jelasnya.

PDAM Perumda Batiwakkal Berau Pelanggan
Air ledeng milik pelanggan Perumda Batiwakkal. (Sulaiman/BT)

Tawarkan Pemasangan SR

Lebih lanjut, Saipul Rahman menjelaskan, sebelum adanya penyesuaian tarif air, untuk memudahkan masyarakat tidak terkena blok progresif, maka Perumda Batiwakkal menawarkan pemasangan SR.

Pemasangan tersebut dibayar dengan cicilan 17 kali di Bulan Agustus lalu bahkan sampai sekarang juga masih dipersilakan untuk dicicil meski lebih besar biaya cicilannya.

“Sebelum ada penyesuaian tarif agar memudahkan masyarakat tidak terkena blok progresif maka kami menawarkan pemasangan dengan bayar cicilan 17 kali di Bulan Agustus,” katanya pada Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan masih banyaknya masyarakat yang menggunakan air dari SR tetangga membuat pihaknya ingin memberikan kemudahan dalam membayar biaya pemasangan.

Selain itu juga dengan memiliki SR sendiri, masyarakat tidak mudah terkena blok progresif, yaitu pembagian batas volume pemakaian air yang memicu kenaikan tarif secara berjenjang.

Blok progresif ini bisa memicu naiknya tarif pada pemakaian berikutnya karena banyaknya air bersih yang dikonsumsi, maka tarif akan menjadi semakin mahal.

“Pemasangan SR baru kita permudah agar setiap rumah punya SR sehingga tidak terkena tarif progresif,” tutupnya.