BERAU TERKINI – Disdamkarmat Berau ungkap hasil pertemuan antara Bupati Berau Sri Juniarsih dengan Kemendagri.
Bupati Berau Sri Juniarsih menyambangi Kantor Kemendagri Jakarta pada (9/10) lalu.
Dalam kunjungan itu, Sri Juniarsih berharap dukungan Kemendagri khususnya Direktorat Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran untuk bantuan alat Damkar.
Menurut Kepala Disdamkarmat Berau Rakhmadi Pasarakan, pihaknya meminta bantuan alat pemadam khususnya untuk penanganan karhutla di Berau.
Namun dirinya menyampaikan bantuan alat yang diharapkan bukanlah peat injector, melainkan alat lain yang harganya cukup mahal seperti fire truck, fire boat, hingga APD.

“Kemarin itu kita mengusulkan peralatan terutama peralatan terkait karhutla ini,” ungkap Rakhmadi Pasarakan.
“Alhamdulillah disambut baik dengan dari kementerian, jadi Insyaallah mereka akan membantu terutama peralatan,” tambahnya.
Meski demikian, pihaknya menyebut usulan bantuan alat tersebut kemungkinan besar baru akan terealisasi pada 2027 mendatang.
“Karena kehadiran Bupati langsung dianggap serius, jadi mereka Insyaallah akan memprioritaskan tahun depan,” katanya.

Potensi Karhutla Pesisir
Lebih jauh, Rakhmadi Pasarakan menyampaikan potensi karhutla di Berau masih besar. Dia menyebut, lokasi karhutla juga tersebar di wilayah pesisir.
Menurutnya, wilayah pesisir paling banyak terjadi karhutla karena jarang turunnya hujan, sedangkan di wilayah perkotaan masih sering turun hujan deras.
“Karena di Tanjung Redeb hujannya begitu deras, tapi kalau di pesisir infonya kurang begitu, hanya sekedar turun aja,” ungkapnya kepada Berauterkini.
Kondisi karhutla di Berau saat ini naik turun, ada wilayah yang sudah tidak terjadi kebakaran sama sekali dan ada juga wilayah yang masih terbakar.
Titik panas yang sempat turun mulai pekan ini pun kini kembali menunjukan peningkatan. “Titik panas sempat nol tapi ini sudah mulai meningkat lagi,” jelasnya.
