BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau terus mencari solusi untuk mengatasi keterbatasan jaringan telekomunikasi di Kecamatan Maratua.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, Rahmatia, mengatakan, keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu kendala utama dalam pemerataan akses internet di Maratua.

“Untuk pembangunan jaringan Fiber Optik (FO) harus menghadapi tantangan geografis karena perlu melintasi laut,” jelasnya.

Sementara itu, pembangunan jaringan melalui jalur darat membutuhkan infrastruktur penghubung dari Pulau Derawan.

“Dari Diskominfo, kami sudah berupaya berkomunikasi dengan kementerian maupun sejumlah provider. Namun, sampai sekarang hasilnya belum maksimal karena memang ada keterbatasan dari sisi infrastruktur,” ujarnya.

Pulau Maratua dari udara. (Internet)
Pulau Maratua dari udara. (Internet)

Pihaknya telah melakukan pembangunan menara telekomunikasi yang menghubungkan jaringan dari wilayah Tanjung Batu menuju Pulau Derawan, kemudian diteruskan ke Maratua.

Upaya tersebut memungkinkan pemerintah daerah menghadirkan sejumlah titik akses internet, terutama di fasilitas pelayanan publik seperti kantor kepala kampung dan sekolah.

“Pada tahap awal, Diskominfo membangun 10 titik akses internet berbasis radio. Untuk selanjutnya, pada 2025, Pemda kembali menambah 10 titik setelah tersedianya dukungan konektivitas satelit yang lebih stabil,” tuturnya.

Penambahan tersebut merupakan bagian dari program perluasan akses internet yang harus dibagi ke berbagai kampung di Berau.

“Untuk Maratua, penambahan titik akses internet memang belum bisa dilakukan secara maksimal. Kami harus membagi alokasi yang tersedia agar kampung-kampung lain juga bisa mendapatkan layanan,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Diskominfo Berau kini mencoba alternatif dengan memanfaatkan tower milik Polda yang berada di Kampung Teluk Harapan. 

Menurut Rahmatia, tower tersebut selama ini digunakan untuk mendukung komunikasi radio kepolisian.

Diskominfo telah berkomunikasi dengan Polda untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan tower tersebut bagi perluasan jaringan internet. 

Jika mendapatkan izin, pemerintah daerah akan melanjutkan koordinasi dengan provider yang berpotensi menggunakan infrastruktur itu. Salah satu provider yang dijajaki adalah XL. 

Rahmatia menilai, pengalaman layanan XL di Pulau Derawan yang dinilai cukup baik menjadi salah satu pertimbangan untuk mendorong pengembangan jaringan serupa di Maratua.

Namun, dalam komunikasi lanjutan dengan kantor pusat XL di Jakarta, Diskominfo mendapat arahan agar terlebih dahulu berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memperoleh rekomendasi.

Rekomendasi tersebut diperlukan agar berbagai aspek teknis dan pertimbangan penyedia layanan dapat ditindaklanjuti sebelum pembangunan jaringan direalisasikan.

“Kami berharap ada dukungan untuk memfasilitasi komunikasi dengan pihak Polda maupun provider. Kalau tower tersebut memungkinkan untuk dimanfaatkan, ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pemerataan jaringan di Maratua,” ungkap Rahmatia.

Selain mengupayakan kerja sama dengan provider, Diskominfo Berau juga telah menyiapkan proposal kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan anggaran dari APBN. (*)