BERAU TERKINI — Upaya Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperjuangkan Sultan Alimuddin atau yang dikenal dengan gelar Raja Alam sebagai Pahlawan Nasional terus berlanjut. 

Setelah melewati seminar akademis pada Desember 2025, pengusulan gelar kehormatan ini kini bersiap memasuki tahapan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada tahun depan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Berau, Marwati, menjelaskan, saat ini pihaknya masih merampungkan draf biografi pahlawan yang tengah direvisi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelum dibawa ke tingkat provinsi.

“Seminar di kabupaten, habis itu seminar di provinsi, terakhir seminar di pusat Jakarta. Jadi masih menunggu selesai biografi dan sebagainya untuk pengusulannya ke provinsi,” ungkap Marwati kepada Berauterkini.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Berau, Marwati.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Berau, Marwati.

Ia menuturkan, seluruh persyaratan administratif dan substansial sebenarnya telah rampung dan disiapkan dengan matang, sehingga progres persiapan secara keseluruhan kini telah mencapai angka 90 persen.

Kendala yang tersisa saat ini lebih kepada aspek pembiayaan di tengah kebijakan efisiensi anggaran, mengingat proses seminar di tingkat provinsi nantinya membutuhkan kehadiran tim peneliti dari UGM serta kunjungan langsung ke lapangan.

Kendati demikian, Dinsos Berau tetap optimistis dan menargetkan tahapan seminar di tingkat pusat dapat terlaksana pada 2028 apabila seluruh pendanaan dan kondisi pendukung telah aman.

“Mudah-mudahan di 2028 sudah bisa diseminarkan di pusat kalau semua aman karena kan efisiensi,” ujarnya.

Selain melengkapi dokumen sejarah, Marwati juga berharap pemerintah daerah dapat membangun sebuah monumen besar menggunakan nama Raja Alam. 

Keberadaan monumen tersebut dinilai penting sebagai bentuk penghormatan sekaligus menjadi salah satu poin penunjang penilaian saat tim penilai dari pusat turun langsung melakukan verifikasi ke Berau.

“Pada saat nanti tim dari pusat turun ke lapangan, beliau akan melihat ternyata di Berau memang juga sudah ada monumen yang besar yang terlihat diberi nama Raja Alam,” pungkasnya. (*)