BERAU TERKINI – Menjadi petani bukan sekadar mengolah tanah demi penghidupan, melainkan mendedikasikan diri sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan pangan. 

Semangat inilah yang dibuktikan Eko Saputra, seorang pemuda asal Kampung Tasuk, Kecamatan Gunung Tabur, yang tetap konsisten bertani di tengah kesibukannya sebagai karyawan swasta selama 15 tahun terakhir. 

Konsistensi tersebut kini berbuah manis berkat dukungan penuh Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dari PT Berau Coal.

Melalui program pengembangan sawah, Eko mendapat kepercayaan mengelola tambahan lahan seluas setengah hektare. 

Tidak hanya lahan, PT Berau Coal juga memberikan dukungan penuh berupa penyediaan benih unggul, pupuk, obat-obatan, serta berbagai sarana pendukung produksi pertanian lainnya secara berkelanjutan pada setiap musim tanam.

Pada musim panen perdana dengan memanfaatkan sebagian dari lahan yang tersedia, Eko berhasil mengumpulkan sebanyak 13 karung gabah atau setara dengan 500 kilogram beras. 

WhatsApp Image 2026 10 09 at 16.12.54 2

Keberhasilan awal tersebut menjadi motivasi besar baginya untuk memaksimalkan seluruh area lahan setengah hektare yang dimilikinya pada tahun ini.

“Saat awal diberikan bantuan oleh Berau Coal, saya mampu panen 13 karung. Alhamdulillah, dari bantuan yang diberikan, saya bisa mengembangkannya menjadi 25 karung dalam satu kali panen,” ujar Eko.

Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan intensif yang dilakukan oleh tim dari Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal. Tim di lapangan secara rutin memantau perkembangan tanaman sekaligus memastikan kebutuhan petani tercukupi dengan baik.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Pendampingan juga diberikan kepada kami para petani. Jadi, tim melakukan pemantauan untuk melihat kebutuhan kami. Selain benih, kami diberikan obat-obatan, pupuk, racun rumput, dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Seluruh hasil panen beras tersebut kemudian dipasarkan langsung kepada warga di Kampung Tasuk hingga ke wilayah Tanjung Redeb. 

Eko berharap program kolaboratif ini dapat terus berjalan dan diperluas, sehingga semakin banyak petani lokal yang terbantu untuk mendongkrak produktivitas lahan mereka.

Ia juga mengajak generasi muda di Berau untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian, mengingat ketahanan pangan daerah berawal dari keseriusan menggarap potensi di tingkat kampung.

Sementara itu, Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menjelaskan, program pengembangan sawah ini merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam mendukung visi Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan kemandirian pangan daerah.

Melalui program ini, Berau Coal tidak hanya merangkul para petani berpengalaman, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya bagi kalangan muda untuk terlibat aktif mengelola sektor pertanian secara produktif dan modern.

“Program pengembangan sawah ini merupakan salah satu upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung Pemerintah Kabupaten Berau dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya persawahan,” pungkas Reza. (*/Adv)