BERAU TERKINI – Pengusutan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau terus bergulir.
Hingga Senin (28/9/2026), Polres Berau telah menetapkan sembilan tersangka dalam sejumlah perkara karhutla.
Menariknya, dari tiga tersangka yang diamankan polisi di Kecamatan Tabalar, seluruhnya masih memiliki hubungan keluarga. Mereka terdiri dari anak, ayah, dan ayah mertua.
Kasat Reskrim Polres Berau, AKP Muhammad Fajri, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, para tersangka mengaku sengaja membakar lahan untuk membuka area yang nantinya digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit.
“Motifnya masih sama dengan tersangka sebelumnya, yakni membakar lahan untuk ditanami sawit,” kata Fajri.

Dalam pengusutan perkara karhutla tersebut, penyidik telah memeriksa sedikitnya 63 orang saksi.
Polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak korporasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.
Dari rangkaian penyidikan, polisi menemukan adanya indikasi keterlibatan satu pihak korporasi dalam salah satu kasus karhutla di Berau.
Namun, Fajri belum mengungkap identitas perusahaan tersebut.
Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan sejauh mana keterlibatan pihak korporasi tersebut.
“Hasil perkembangan yang kita lakukan sejauh ini adanya dugaan keterlibatan korporasi. Masih kita dalami dan hasilnya nanti segera kita buka ke publik,” ungkapnya.
Polres Berau memastikan proses hukum akan terus dilakukan terhadap setiap pihak yang diduga terlibat.
Penetapan tersangka maupun pengembangan perkara akan didasarkan pada bukti dan hasil penyidikan.
Sementara itu, Kapolres Berau, AKBP Ridho Tri Putranto, mengingatkan masyarakat agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, pola pembukaan lahan menggunakan api menjadi salah satu temuan dalam sejumlah kasus karhutla yang ditangani di Berau.
“Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat meluas dan mengancam lingkungan hingga permukiman warga. Apalagi itu dilakukan saat cuaca kemarau dan sangat kering,” pungkasnya. (*)
