BERAU TERKINI – Warga Kampung Balikukup melepasliarkan 45 tukik ke laut, upaya menjaga ekosistem penyu hijau tetap lestari.
Sebanyak 45 tukik dilepasliarkan ke laut di Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Berau.
Kegiatan pelepasliaran tukik itu dilakukan pada Selasa (22/9/2026) lalu.
Kegiatan itu dilakukan oleh warga Kampung Balikukup bersama Pokmaswas Lestari Balikukup, dan turut hadir Bhabinkamtimbas, Babinsa, Karang Taruna kampung setempat.
Koordinator Pokmaswas Lestari Balikukup Suriyadi mengatakan, pelepasliaran tukik itu menjadi harapan baru akan terjaganya ekosistem penyu hijau.

“Harapan baru bagi keseimbangan ekosistem laut kita, mari bersama-sama menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian penyu dan ekosistem laut melalui kegiatan pelepasan tukik,” kata Suriyadi.
Dia menyebut, upaya untuk menjaga ekosistem penyu hijau di Kampung Balikukup tidak mudah dan membutuhkan dukungan semua pihak.
Pihaknya berharap upaya perlindungan ekosistem penyu hijau termasuk pelepasliaran tukik dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ekosistem penyu hijau yang terjaga.
“Semoga ke depannya lebih banyak lagi warga Balikukup mempercayai kami dalam perlidungan biota laut perairan wilayah Berau,” harapnya.

Perburuan Telur Penyu Marak
Diketahui pada bulan Agustus lalu, aksi perburuan telur penyu kembali terjadi di Kampung Balikukup, Kecamatan Batu Putih, Berau.
Seekor penyu ditemukan mati di pinggir pantai, diduga menjadi korban dari aksi perburuan telur penyu.
Pokmaswas Lestari Balikukup mengungkap dugaan aksi perburuan telur penyu.
Peristiwa itu diketahui saat Pokmawas Lestari Balikukup tengah melakukan patroli lapangan pada Minggu (2/8) lalu.
Sekira pukul 06:00 WITA, tim patroli menemukan adanya seekor penyu yang mati di tepi pantai.

Penyu itu diduga menjadi korban aksi perburuan telur penyu, di mana bagian perut penyu telah disayat.
“Telah terjadi penyu naik bertelur diduga disesar,” tulis keterangan Pokmawas Lestari Balikukup.
“Bekasnya naik dihapus, untuk menghilangkan jejak. Kami patroli jam 6 pagi tanggal 2 Agustus 2026,” jelasnya.
Usai penemuan penyu yang mati itu, warga sekitar menguburkan bangkai penyu di pinggir pantai.
