BERAU TERKINI – Rangkaian perayaan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb kembali dimeriahkan oleh gelaran Berau Ethno Carnival 2026.
Pawai budaya tahunan ini akan diikuti sebanyak 42 peserta dari berbagai instansi serta kalangan umum yang digelar pada Sabtu (26/9/2026) pagi.
Acara ini mengambil titik awal di Halaman Kantor Bupati Berau, lalu melintasi Jalan APT Pranoto, Jalan SA Maulana, Jalan Pemuda, Jalan Mangga I, dan berakhir di Lapangan Pemuda.
Meski diikuti puluhan kontingen, tercatat hanya ada satu perwakilan sekolah yang turut ambil bagian dalam perhelatan kali ini, yakni SMKS Muhammadiyah Berau.

Sebelum pelaksanaan acara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau telah mengumpulkan seluruh kontingen melalui agenda technical meeting guna mematangkan berbagai ketentuan teknis di lapangan.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menyatakan, seluruh aturan main, kriteria penilaian, hingga skema pengamanan telah disampaikan secara rinci kepada para peserta.
“Teknis pelaksanaannya sudah, nanti tinggal hari H-nya saja, Sabtu pagi itu,” ungkap Yudha kepada Berauterkini.
Terkait kondisi cuaca dan kabut asap yang sempat menjadi sorotan, Yudha mengaku optimistis situasi lingkungan akan tetap kondusif, seperti halnya saat Bupati Berau Independence Runs pekan lalu.
Terlebih, durasi dan waktu pelaksanaan karnaval dirancang sedemikian rupa agar seluruh rangkaian acara dapat rampung sebelum siang hari.
“Kalau ini cuacanya stabil bahkan meningkat lebih baik lagi ya insya Allah tidak ada masalah,” ujarnya.
Selain durasi, pemilihan rute pawai juga sengaja dipangkas dan tidak dibuat terlalu panjang demi mengantisipasi kelelahan para peserta di tengah teriknya cuaca.
“Kalau terlalu jauh tidak mampu, nanti berat apalagi cuaca panas,” katanya.
Menanggapi minimnya partisipasi dari instansi pendidikan lain, Yudha menduga hal itu dipicu faktor cuaca serta kesiapan anggaran dan kreativitas pembuatan kostum di masing-masing instansi.
“Kita sudah terbuka, mungkin mereka ragu-ragu karena cuaca atau mungkin juga terkendala biaya ataupun orang yang bisa membuat kreasi-kreasinya tadi itu,” pungkasnya. (*)
