BERAU TERKINI – Aktivitas warga di sekitar RSUD dr Abdul Rivai kerap terganggu akibat maraknya parkir liar yang memakan badan jalan. 

Kendaraan yang terparkir sembarangan bahkan mengular hingga depan SMP Negeri 2 Berau, Masjid Al-Bayyinah, hingga memasuki kawasan Gang Gotong Royong, sehingga memicu kemacetan parah, terutama pada jam-jam sibuk.

Kepala Unit Pembinaan Masyarakat Polsek Tanjung Redeb, Nur Hadi, mengungkapkan, permasalahan kemacetan akibat kendaraan yang parkir di luar area rumah sakit ini telah berlangsung selama lima tahun terakhir. 

Menurutnya, fenomena tersebut mulai muncul setelah pemerintah daerah memberlakukan retribusi parkir di dalam lingkungan rumah sakit.

Jajaran Forkopimcam saat rapat koordinasi di Kantor Camat Tanjung Redeb, Kamis (24/9/2026). (Adrikni/BT)
Jajaran Forkopimcam saat rapat koordinasi di Kantor Camat Tanjung Redeb, Kamis (24/9/2026). (Adrikni/BT)

“Sebelum ada retribusi itu sepertinya belum muncul masalah parkir. Pokoknya semenjak retribusi di rumah sakit itu muncul parkir di luar,” ungkap Nur Hadi kepada Berauterkini, Kamis (24/9/2026).

Selain faktor biaya retribusi, keterbatasan lahan serta sistem penataan kendaraan di dalam rumah sakit yang kurang tertib membuat masyarakat merasa kesulitan saat hendak keluar, sehingga memilih memarkir kendaraannya di bahu jalan umum.

“Parkirnya juga bayarnya lumayan walaupun Rp3.000, apalagi saat ekonomi sekarang, jadi itu solusinya sampai sekarang belum ketemu,” ucapnya.

Kepala Bagian Tata Usaha RSUD dr Abdul Rivai, Sarengat, menjelaskan, sterilisasi jalur depan rumah sakit merupakan keharusan demi memenuhi standar akreditasi.

Khususnya untuk memastikan akses ambulans menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) tidak terhambat oleh kemacetan.

Sarengat mengakui, keterbatasan jumlah petugas parkir yang berjaga pada malam hari kerap membuat kendaraan menumpuk keesokan harinya. 

Meski demikian, ia menilai kondisi penataan di pagi hari saat ini sudah mulai membaik berkat kehadiran petugas khusus.

“Masalahnya adalah perilaku masyarakat di rumah sakit baik, di depan rumah sakit tertib, pindah di depan SMP 2 ini yang menjadi problem lagi,” jelas Sarengat. 

Ia menambahkan, area parkir di sekitar Gedung Walet sebenarnya masih memadai untuk menampung puluhan kendaraan roda empat maupun roda dua jika dikelola dengan tertib.

Guna mengatasi kesemrawutan tersebut, Camat Tanjung Redeb, Ahmad Juhri, menegaskan, tim gabungan dari berbagai instansi terkait akan segera mengambil tindakan tegas di lapangan. 

Operasi penertiban ini akan dilakukan secara senyap tanpa pemberitahuan sebelumnya untuk mencegah para pelanggar kucing-kucingan dengan petugas.

“Kami sepakat semua dinas instansi terkait dan termasuk lurah, semua yang hadir, termasuk RT juga, kami akan melakukan aksi bersama, nanti jadwalnya masih dirahasiakan karena takut bocor,” tutupnya. (*)